- Harga emas 0,5 gram: Rp1.522.000.
- Harga emas 1 gram: Rp2.944.000.
- Harga emas 2 gram: Rp5.838.000.
- Harga emas 3 gram: Rp8.739.000.
- Harga emas 5 gram: Rp14.535.000.
- Harga emas 10 gram: Rp28.990.000.
- Harga emas 25 gram: Rp72.310.000.
- Harga emas 50 gram: Rp144.455.000.
- Harga emas 100 gram: Rp288.760.000.
- Harga emas 250 gram: Rp721.590.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.442.900.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.884.600.000.
Harga Emas Melambung Jelang Akhir Pekan, Lampaui Rp2,94 Juta

Harga emas Antam melonjak tiga hari berturut-turut hingga mencapai Rp2,944 juta per gram pada Jumat (20/2/2026), naik Rp28 ribu dari hari sebelumnya.
Harga buyback emas juga meningkat menjadi Rp2,725 juta per gram, sementara harga jual berbagai pecahan emas Antam turut menyesuaikan dengan kenaikan tersebut.
Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam hari ini, Jumat (20/2/2026) melambung.
Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas hari ini naik Rp28 ribu menjadi Rp2.944.000 per gram. Harga emas mengalami kenaikan tiga hari berturut-turut.
Pada Kamis (19/2/2026), harga emas naik Rp4 ribu menjadi Rp2.916.000 per gram. Pada Rabu (18/2/2026), harga emas mengalami perubahan dua kali, yakni turun Rp40 ribu menjadi Rp2.878.000 per gram pada pagi hari dan naik Rp34 ribu menjadi Rp2.912.000 per gram pada malam hari.
1. Harga buyback juga melambung
Harga buyback emas juga melambung pagi ini, yakni Rp31 ribu menjadi Rp2.725.000 per gram.
Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.
2. Harga emas Antam dalam pecahan lain
Berikut ini harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
3. Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah
Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi.
Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.
"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ucap Andy kepada IDN Times.
Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil.
Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.
"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.


















