Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Patokan Ekspor Emas Turun per 1 Juni 2026
ilustrasi emas (pexels.com/Pixabay)
  • Harga Patokan Ekspor emas turun 1,43 persen menjadi 148.396,49 dolar AS per kg untuk periode 1–14 Juni 2026 sesuai keputusan terbaru Kemendag.
  • Penurunan harga dipicu pergeseran minat investor ke instrumen berbasis imbal hasil serta aksi profit-taking di tengah fase konsolidasi pasar emas global.
  • Penetapan HPE dan HR emas dilakukan lintas kementerian dengan acuan data ESDM dan publikasi London Bullion Market Association (LBMA) guna menyesuaikan perkembangan harga internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga Patokan Ekspor (HPE) untuk komoditas emas turun hari ini, (1/6/2026), atau pada periode pertama Juni 2026.

Berdasarkan ketetapan terbaru dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), HPE emas turun 1,43 persen ke 148.396,49 dolar Amerika Serikat (AS) per kilogram (kg) dari 150.555,29 dolar AS per kg pada periode kedua Mei 2026.

1. Harga Referensi emas juga turun

ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (pexels.com/Robert Lens)

Selain itu, Harga Referensi (HR) komoditas emas juga turun di periode pertama Juni 2026 ini, menjadi 4.615,65 dolar AS per troy ounce (toz) dari 4.682,80 dolar AS per toz.

Ketentuan tersebut ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1416 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar yang berlaku untuk periode 1–14 Juni 2026.

2. Penurunan harga dikarenakan investor beralih instrumen lain

Ilustrasi emas batangan Antam dengan bahan baku dari Freeport Indonesia. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana mengatakan selama periode pengumpulan data, harga emas terkoreksi sebesar 1,43 persen.

Penurunan itu dipengaruhi oleh meningkatnya minat investor terhadap instrumen keuangan berbasis imbal hasil dibandingkan emas yang tidak memberikan pendapatan (non-yielding asset).

“Selain dipengaruhi pergeseran preferensi investor ke instrumen berbasis imbal hasil, pasar emas memasuki fase konsolidasi yang mendorong terjadinya aksi ambil untung (profit-taking). Di sisi lain, arah kebijakan moneter global dan prospek ekonomi dunia turut memengaruhi pergerakan harga emas internasional,” ujar Tommy dalam keterangan resmi.

3. Penetapan harga mengacu bursa London

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Penetapan HPE dan HR emas didasarkan pada data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada perkembangan harga di pasar internasional.

Sementara itu, harga emas mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).

“Penetapan HPE dan HR emas dilakukan melalui mekanisme koordinasi lintas kementerian dan lembaga dengan mempertimbangkan data, informasi, dan perkembangan pasar terkini yang dianalisis bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian,” ucap Tommy.

Editorial Team

Related Article