Hutama Karya Perbaiki Jalan Tol Sumatra yang Terdampak Banjir

- Perimeter dan drainase harus diperbaiki, termasuk saluran u-ditch dan penimbunan lereng.
- Perbaikan ditargetkan rampung paling lambat 20 Januari 2026 untuk kualitas layanan optimal.
- Hutama Karya menerapkan pengaturan lalu lintas, pengamanan area kerja, dan respons cepat pasca bencana.
Jakarta, IDN Times - PT Hutama Karya (Persero) mulai memperbaiki Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang terdampak banjir bandang dan longsor.
Adapun ruas yang terdampak ialah Binjai-Langsa. Perbaikan dilakukan pada KM 69+400–KM 69+500 Jalur B (arah Langsa menuju Binjai), KM 33+350–KM 34+000 Jalur A (arah Binjai menuju Langsa), KM 36+000–KM 37+000 dan KM 37+000 Jalur B.
1. Perimeter dan drainase harus diperbaiki

Lebih lanjut, perbaikan dilakukan pada saluran u-ditch atau saluran drainase beton dan perimeter atau saluran tepi, penimbunan, perapihan dan perkuatan menggunakan box beton serta geotextile.
Kemudian penimbunan lereng, pemadatan dan perapihan kembali, penerapan metode solid sodding, dan pemasangan steel sheet pile agar kualitas layanan dapat kembali optimal.
2. Ditargetkan rampung 20 Januari

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah menargetkan perbaikan ditargetkan rampung bulan ini.
“Target kami, seluruh pekerjaan rampung paling lambat 20 Januari 2026, dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan petugas di lapangan,” kata Mardiansyah dikutip Jumat, (9/1/2026).
3. Arus lalu lintas terdampak

Selama pekerjaan berlangsung, Hutama Karya menerapkan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kerja, memasang perambuan peringatan, serta menyampaikan informasi kepada pengguna jalan melalui VMS dan kanal komunikasi resmi.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar keselamatan kerja di jalan tol, termasuk pengamanan area kerja agar dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas tetap terkendali.
Hutama Karya juga mengoptimalkan tim inspeksi dan respons cepat untuk mengidentifikasi potensi kerusakan serta melakukan penanganan segera, khususnya pada titik-titik yang memerlukan perhatian pasca bencana.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pemeliharaan. Kami mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu dan arahan petugas, serta menyesuaikan kecepatan saat melintas di area pekerjaan,” ucap Mardiansyah.


















