RI Siapkan Mitigasi Risiko Investasi Imbas Konflik di Timur Tengah

- Pemerintah Indonesia memantau ketat dampak konflik Iran-Israel terhadap stabilitas ekonomi nasional dan menyiapkan langkah mitigasi risiko di sektor investasi serta perekonomian.
- Rosan Roeslani menyebut pemerintah melihat peluang baru di tengah gejolak global, dengan fokus menjaga pertumbuhan ekonomi melalui investasi dan perdagangan yang berkelanjutan.
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap kuat, dengan APBN dinilai mampu menghadapi potensi krisis akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah tengah memantau ketat dampak eskalasi konflik Iran-Israel terhadap stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah mengkaji situasi global tersebut guna memitigasi risiko pada sektor investasi dan perekonomian secara menyeluruh.
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengatakan, pihaknya ikut terlibat dalam menjaga ketahanan ekonomi.
"Ya itu pasti ada pembahasan juga dari kita, kan kita akan kaji itu semua lah dan mungkin dalam hal ini ya dari segi investasi, dari segi ketahanan ekonomi dan lain-lain," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
1. RI intip peluang investasi di tengah ketegangan global

Meski situasi di Timur Tengah sedang tidak menentu, Rosan optimistis Indonesia bisa melihat celah dari sudut pandang berbeda. Dia menilai setiap gejolak global berpotensi membuka peluang baru, baik di sektor perdagangan maupun investasi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menekankan, investasi adalah motor utama penggerak ekonomi Indonesia. Untuk itu, pemerintah berusaha menangkap peluang.
"Ya kan memang dari setiap kejadian pasti kita bisa melihat dari angle yang berbeda ya, dari angle apakah ini kita justru membuat ada opportunity baru, baik itu dari segi investasi, dari segi perdagangan dan kita akan mengkaji dampaknya secara keseluruhan," paparnya.
2. Rosan dipanggil Prabowo bahas kondisi perekonomian

Terkait agenda di Istana, Rosan mengaku dipanggil Presiden Prabowo Subianto pada pukul 16.00 WIB untuk melakukan koordinasi rutin. Dia menyebut fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga pertumbuhan ekonomi.
"Jadi tiap hari Bapak Presiden beserta jajaran Menteri Perekonomian, Pak Menkeu dan yang lain-lainnya untuk terus melihat bagaimana kita ini tetap menjaga pertumbuhan kita, kita juga tetap menjaga ekspor," katanya.
3. Purbaya jamin APBN mampu hadapi gejolak Timur Tengah

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap tangguh meski ketegangan di Timur Tengah terus memanas akibat eskalasi serangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Pemerintah telah menganalisa kesiapan buat mengantisipasi jika krisis geopolitik tersebut berlangsung lama. Dia memastikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kategori sangat baik untuk menghadapi gejolak ekonomi global.
"Ada bahas antara lain kalau krisis seperti ini berkepanjangan, tahan gak anggarannya, anggarannya seperti apa. Kalau analisa kita yang ada sekarang sih masih cukup baik, jadi nggak ada masalah," kata Purbaya kepada jurnalis, dikutip Rabu (4/3).


















