Perintah Prabowo, Bahlil Bakal Tingkatkan Stok BBM hingga 3 Bulan

- Presiden Prabowo memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membangun fasilitas penyimpanan BBM baru agar Indonesia memiliki cadangan energi hingga tiga bulan sesuai standar global.
- Saat ini kapasitas tangki BBM nasional hanya mampu menampung stok sekitar 22–23 hari, di bawah target ideal karena keterbatasan infrastruktur penyimpanan yang tersedia.
- Pemerintah memastikan stok BBM dan LPG tetap aman menjelang Idul Fitri meski ada ketegangan global, berkat koordinasi dengan Dewan Energi Nasional untuk menjaga distribusi energi dalam negeri.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk segera memperkuat ketahanan energi nasional melalui pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) bahan bakar minyak (BBM) baru.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan langkah tersebut bertujuan agar Indonesia memiliki cadangan energi hingga tiga bulan, sesuai dengan standar minimum konsensus global.
"Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage, supaya ketahanan energi kita ada. Storagenya berapa lama? Insya Allah rencana sampai dengan 3 bulan. Ini lah standar minimum konsensus daripada global," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
1. Kapasitas cadangan BBM RI saat ini hanya 25 hari

Bahlil menjelaskan kapasitas daya tampung tangki BBM di dalam negeri sejak lama memang terbatas, yakni hanya mampu menampung stok untuk kebutuhan maksimal hingga 25 hari.
Berdasarkan hasil rapat terbaru bersama Dewan Energi Nasional (DEN), posisi cadangan nasional saat ini rata-rata berada di angka 22 sampai 23 hari. Bahlil menekankan angka tersebut di atas standar operasional yang selama ini berlaku di tanah air.
"Jadi standar nasionalnya minimal 20 sampai 21 hari, maksimal di angka 25 hari. Nah kita itu di sekitar, kemarin terakhir kita rapat sama Pertamina, rapat Dewan Energi Nasional itu rata-rata di 22 sampai 23 hari," ujarnya.
2. Bahlil bantah pemerintah tak bisa jaga pasokan BBM

Mengenai alasan pemerintah tidak menyediakan stok lebih banyak, Bahlil menegaskan kendala utamanya terletak pada keterbatasan infrastruktur. Menurutnya, pemerintah bukannya tidak mampu mengamankan pasokan tambahan.
"Kenapa nggak kita melakukan persediaan lebih dari 25 hari? Kalau kita adakan kita mau simpan di mana? Storagenya nggak cukup. Jadi mohon diluruskan beritanya bukan karena kita tidak bisa menyiapkan lebih dari 23 hari. Karena memang daya tampungnya nggak ada," paparnya.
3. Stok BBM dan LPG dijamin aman jelang Lebaran

Terkait kesiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan energi. Melalui koordinasi dengan DEN, pemerintah telah melakukan langkah antisipasi untuk menjamin stok BBM dan LPG tetap dalam posisi aman.
Meskipun saat ini sedang terjadi dinamika global akibat ketegangan antara Iran dan Israel, Bahlil menjamin distribusi energi di dalam negeri tetap terjaga.
"Stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, Insya Allah semua aman termasuk dengan LPG. Jadi nggak perlu ada keraguan sekalipun memang ada terjadi dinamika global di Iran dan Israel," kata mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.


















.jpg)