Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Gegara Konflik Timur Tengah
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
  • IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5 persen akibat tekanan eksternal dari konflik Timur Tengah yang mengguncang stabilitas global.
  • Konflik tersebut memicu kenaikan harga komoditas, gangguan perdagangan, dan risiko inflasi yang berdampak besar pada negara berkembang pengimpor energi dan pangan.
  • Selain IMF, Bank Dunia juga memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia ke 4,7 persen, sementara ADB tetap optimistis di level 5,2 persen untuk 2026–2027.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Oktober 2025

Bank Dunia dalam laporan bulan Oktober 2025 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen untuk tahun 2026.

akhir Februari

Serangkaian guncangan dan gejolak terjadi di Timur Tengah, meningkatkan ketegangan geopolitik global menurut IMF.

Januari 2026

IMF menerbitkan laporan World Economic Outlook edisi Januari yang merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5 persen dari sebelumnya 5,1 persen.

April 2026

Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen untuk tahun 2026.

15/4/2026

IMF menyampaikan pernyataan bahwa konflik Timur Tengah sejak akhir Februari menguji ketahanan ekonomi global dan menekan proyeksi pertumbuhan Indonesia.

2027

IMF memproyeksikan ekonomi global akan meningkat menjadi 3,2 persen dan ADB mempertahankan proyeksi pertumbuhan Indonesia di level 5,2 persen untuk tahun ini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5 persen dari sebelumnya 5,1 persen dalam laporan World Economic Outlook edisi Januari.
  • Who?
    Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai lembaga keuangan global yang mengeluarkan revisi proyeksi, serta Bank Dunia dan ADB yang juga memberikan pandangan terkait ekonomi Indonesia.
  • Where?
    Laporan disampaikan di Jakarta dan merujuk pada kondisi ekonomi global serta dampak konflik di kawasan Timur Tengah terhadap perekonomian dunia.
  • When?
    Pernyataan IMF dikutip pada Rabu, 15 April 2026, berdasarkan laporan World Economic Outlook edisi Januari tahun yang sama.
  • Why?
    Penurunan proyeksi terjadi akibat meningkatnya tekanan eksternal dari konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga komoditas dan gangguan perdagangan internasional.
  • How?
    Konflik menyebabkan kerusakan infrastruktur, gangguan lalu lintas maritim dan udara, serta lonjakan harga energi dan pangan yang menekan perekonomian negara berkembang termasuk Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
IMF bilang ekonomi Indonesia nanti cuma tumbuh 5 persen, tadinya 5,1 persen. Katanya gara-gara ada perang di Timur Tengah yang bikin harga barang naik dan kapal susah jalan. Dunia juga tumbuh pelan. Bank Dunia turunkan angka jadi 4,7 persen, tapi ADB masih yakin bisa 5,2 persen tahun depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun IMF dan Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, laporan tersebut tetap menunjukkan bahwa perekonomian nasional diperkirakan tumbuh stabil di kisaran 5 persen. Bahkan, ADB mempertahankan pandangan optimistis dengan proyeksi 5,2 persen hingga 2027, mencerminkan keyakinan terhadap ketahanan fundamental ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dengan menurunkannya menjadi 5 persen dari sebelumnya 5,1 persen dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Januari.

Revisi ini mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal pada perekonomian global. Meski menurun pada tahun ini, IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia akan kembali bangkit di level 5,1 persen pada tahun depan.

"Serangkaian guncangan dan gejolak yang melanda Timur Tengah sejak akhir Februari sedang menguji ketahanan ini. Ini adalah puncak terbaru dari serangkaian peristiwa yang telah membentuk kembali hubungan internasional dan meningkatkan ketegangan geopolitik secara signifikan di semua wilayah dalam beberapa tahun terakhir," ujar IMF dalam laporannya, dikutip Rabu (15/4/2026).

1. Ekonomi global juga diproyeksi turun ke 3,1 persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Turunnya proyeksi ekonomi Indonesia sejalan dengan merosotnya proyeksi ekonomi global tahun ini yang hanya 3,1 persen, tetapi akan meningkat menjadi 3,2 persen pada 2027.

Menurut IMF, konflik di Timur Tengah telah menimbulkan kerugian kemanusiaan, merusak infrastruktur penting, dan sangat mengganggu lalu lintas maritim dan udara di wilayah yang terkena dampak.

"Ekonomi di seluruh dunia menghadapi dampak langsung dari kenaikan harga komoditas, efek tidak langsung tingkat kedua pada ekspektasi inflasi yang cenderung sangat sensitif terhadap harga energi dan pangan dan efek amplifikasi yang berasal dari sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan," ujar IMF.

2. Kenaikan harga komoditas juga berdampak pada negara berkembang

Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)

IMF menyebut kenaikan harga komoditas berdampak pada pasar negara berkembang. Negara-negara berkembang yang mengimpor komoditas berisiko mengalami dampak yang lebih berat, terutama karena depresiasi mata uang mereka yang memperparah kenaikan harga energi dan pangan.

"Dampak terhadap perekonomian global akan sangat bergantung pada durasi, intensitas, dan cakupan konflik, yang pada dasarnya sulit diprediksi," tulis IMF.

3. World bank juga pangkas pertumbuhan ekonomI RI jadi 4,7 persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Di sisi lain, laporan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami revisi proyeksi pertumbuhan. World Bank (Bank Dunia) sebelumnya menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen pada 2026 dari estimasi sebelumnya sebesar 4,8 persen dalam laporan Oktober 2025.

Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menyebutkan tekanan eksternal seperti kenaikan harga minyak global dan meningkatnya kehati-hatian investor (risk-off sentiment) menjadi faktor utama pelemahan proyeksi tersebut.

Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) memberikan pandangan yang lebih optimistis dengan mempertahankan proyeksi pertumbuhan Indonesia di level 5,2 persen untuk 2026 dan 2027.

Editorial Team