Jakarta, IDN Times - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai fokus kebijakan ekonomi pada semester II 2026 perlu bergeser dari sekadar mengandalkan belanja pemerintah untuk menopang pertumbuhan menjadi mendorong kembali investasi sektor swasta, terutama di sektor manufaktur dan pertambangan.
Menurutnya, akselerasi belanja pemerintah memang berhasil menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen pada kuartal II 2026. Namun, strategi tersebut tidak bisa menjadi tumpuan jangka panjang karena ruang fiskal pemerintah terbatas.
"Indonesia memerlukan dukungan dari sektor swasta. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak bisa hanya ditopang oleh belanja pemerintah," ujar Fakhrul.
