Comscore Tracker

Rupiah Melemah di Tengah Minim Sentimen Positif

Kenaikan suku bunga acuan BI menjadi salah satu penyebab

Jakarta, IDN Times - Rupiah melemah pada Senin pagi (1/10) karena minimnya sentimen positif. Rupiah melemah tipis ke level Rp14.900 per dolar Amerika Serikat.  

Dikutip dari situs Antara, nilai tukar rupiah itu melemah tipis, yakni 4 poin. 

1. Analis: rupiah melemah karena minim sentimen positif

Rupiah Melemah di Tengah Minim Sentimen PositifIlustrasi (Pixabay)

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan bahwa pergerakan negatif masih terjadi pada mata uang rupiah karena sentimen positif belum banyak. 
 

"Pascadinaikannya tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (7-Day Reverse Repo Rate), belum banyak berimbas pada rupiah," katanya. 

Seperti diketahui, BI menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen. Hal itu diputuskan Rapat Dewan Gubernur BI pada 14-15 Agustus 2018. 
 

Baca Juga: Jika Suku Bunga BI Terlalu Tinggi, Apa Dampaknya?

2. Perang dagang AS-Tiongkok masih membayangi

Rupiah Melemah di Tengah Minim Sentimen PositifIlustrasi dolar (Pixabay)

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar uang juga menilai sentimen perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok belum akan usai dalam waktu dekat. Para pelaku pasar pun kemudian mengambil langkah aman dengan menyimpan dolar. 
 

"Selain itu, penguatan dolar AS juga didukung kenaikan sejumlah data-data ekonomi AS," katanya. 

Ia mengharapkan data-data ekonomi di awal bulan ini memberikan sentimen positif pada mata uang rupiah serta dapat mengimbangi sejumlah sentimen yang menekan mata uang domestik. 
 

Baca Juga: Perang Dagang, Alibaba Batal Buka 1 Juta Lapangan Pekerjaan di AS

3. Investor mulai bereaksi terhadap kenaikan tingkat suku bungan The Fed

Rupiah Melemah di Tengah Minim Sentimen PositifANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menambahkan mata uang dolar AS cenderung menguat terhadap mata uang utama dunia seiring potensi berlanjutnya kenaikan suku bunga AS. 

"Sebagian investor mulai bereaksi terkait kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga The Fed yang akan terus berlanjut hingga tahun depan," katanya. 
 

Baca Juga: Rupiah Melemah Lagi Karena Dipicu Sentimen The Fed

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You