Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Mahendra Siregar, Ketua DK OJK yang Ikut Mengundurkan Diri
Ketua DK OJK, Mahendra Siregar (IDN Times/Pitoko)

  • Mahendra Siregar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) pada Jumat (30/1/2026) sore.

  • Pria kelahiran 17 Oktober 1962 ini lahir dari pasangan orang tua yang berasal dari etnis Angkola dan Minangkabau. Usai mengenyam pendidikan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Mahendra berkarier di Departemen Luar Negeri (Deplu atau Kemlu saat ini).

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times Mahendra Siregar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) pada Jumat (30/1/2026) sore, menyusul mundurnya Iman Rachman dari posisinya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi tadi.

Selain Mahendra, dua pejabat OJK lainnya juga melakukan langkah serupa. Mereka, yakni Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi; serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I. B. Aditya Jayaantara. Mereka mundur usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas imbas sentiman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Adapun Mahendra dilantik menjadi DK OJK di Mahkamah Agung pada 20 Juli 2022. Dia seharusnya menjabat posisi tersebut hingga 2027 mendatang. Sebelum pemimpin OJK, Mahendra sempat menjabat wakil menteri di kabinet pemerintahan dua era presiden berbeda. 

Saat dipilih menjadi Ketua DK OJK, Mahendra sedang menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) di Kabinet Indonesia Maju. Namun sejatinya, ekonomi dan perbankan adalah bidang yang sejak lama digeluti Mahendra.

Berikut profil Mahendra Siregar yang telah dirangkum IDN Times.

1. Menjabat sebagai Wamenlu

Ketua DK OJK, Mahendra Siregar (IDN Times/Pitoko)

Pria kelahiran 17 Oktober 1962 ini lahir dari pasangan orang tua yang berasal dari etnis Angkola dan Minangkabau. Usai mengenyam pendidikan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Mahendra berkarier di Departemen Luar Negeri (Deplu atau Kementerian Luar Negeri sekarang)

Di kementerian tersebut, Mahendra pernah menjabat sebagai Economic Third Secretary Kedutaan Besar Indonesia di London pada 1992–1995, serta Duta Informasi Kedutaan Besar Indonesia di Washington D.C. pada 1998–2001. Mahendra tercatat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri mendampingi Retno Marsudi sejak 2019 hingga Juli 2022.

2. Berpengalaman di bidang ekonomi

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. (IDN Times/Trio Hamdani)

Pada 2001, Mahendra bergabung dengan Kementerian Koordinator Perekonomian. Mahendra dipercaya menjadi Asisten Khusus Menteri Koordinator Perekonomian, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti.

Mahendra kemudian melanjutkan pendidikan S2-nya di Universitas Monash, Australia. Setelah lulus, ia dipercaya menjadi Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional dari tahun 2005 hingga 2009.

Ia menempati jabatan itu dengan menteri yang berganti-ganti yakni, Aburizal Bakrie pada 2005–2006, Boediono pada 2006–2008, dan Sri Mulyani Indrawati pada 2008–2009.

Mahendra menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2013-2014, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada 2011-2013, dan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) pada 2009-2011.

3. Sempat berkarier di korporasi

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Selain mengemban tugas pada institusi pemerintah, Mahendra juga pernah memegang berbagai jabatan direktur utama (dirut) maupun komisaris di korporasi dan organisasi internasional. Mahendra pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) pada Indonesia Eximbank.

Mahendra juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT Dirgantara Indonesia pada 2003–2008 dan PT Aneka Tambang pada 2008–2009. Mahendra sempat menjabat sebagai Direktur Eksekutif Council for Palm Oil Producing Countries (CPOPC).

Editorial Team