Jakarta, IDN Times – Mahendra Siregar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) pada Jumat (30/1/2026) sore, menyusul mundurnya Iman Rachman dari posisinya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi tadi.
Selain Mahendra, dua pejabat OJK lainnya juga melakukan langkah serupa. Mereka, yakni Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi; serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I. B. Aditya Jayaantara. Mereka mundur usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas imbas sentiman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Adapun Mahendra dilantik menjadi DK OJK di Mahkamah Agung pada 20 Juli 2022. Dia seharusnya menjabat posisi tersebut hingga 2027 mendatang. Sebelum pemimpin OJK, Mahendra sempat menjabat wakil menteri di kabinet pemerintahan dua era presiden berbeda.
Saat dipilih menjadi Ketua DK OJK, Mahendra sedang menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) di Kabinet Indonesia Maju. Namun sejatinya, ekonomi dan perbankan adalah bidang yang sejak lama digeluti Mahendra.
Berikut profil Mahendra Siregar yang telah dirangkum IDN Times.
