Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jadi Menteri Perindustrian, Sarmuji Tinggalkan Kursi DPR

3 min read
Jadi Menteri Perindustrian, Sarmuji Tinggalkan Kursi DPR
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M Sarmuji saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat (29/9/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Sarmuji memastikan tidak lagi menjadi anggota DPR setelah dilantik sebagai Menteri Perindustrian dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

  • Ia menyebut rangkap jabatan eksekutif dan legislatif tidak diperbolehkan, serta siap mengurus pengunduran diri jika diperlukan secara administratif.

  • Sarmuji juga tercatat sebagai Sekjen Golkar dan melaporkan harta kekayaan Rp14,93 miliar kepada KPK pada 31 Desember 2025.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji memastikan dirinya tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI setelah masuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan, jabatan di lembaga eksekutif dan legislatif tidak bisa dirangkap.

Sarmuji sebelumnya merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar. Kini, dia mendapat tugas sebagai Menperin setelah dilantik Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

"Ya pasti, nggak bisa rangkap kan. Kan nggak bisa rangkap antara eksekutif dan legislatif," katanya kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

  1. 1. Sarmuji siap ajukan pengunduran diri

    20260213_144956.heic
    Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji dorong koalisi permanen bukan hanya selesai lima tahun. (IDN Times/Amir Faisol)

    Sarmuji mengatakan, statusnya sebagai anggota DPR pada dasarnya sudah berakhir setelah dirinya menjadi menteri. Namun, jika secara administratif tetap diperlukan surat pengunduran diri, dia akan segera mengurusnya.

    "Ya sebenarnya otomatis kita sudah bukan anggota DPR, tapi kalau seandainya diperlukan untuk secara resmi formal harus ada pengunduran diri, ya secepatnya pasti kita lakukan," ujar dia.

  2. 2. Sarmuji juga menjabat Sekjen Golkar

    20260215_142417.jpg
    Ketum Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekjen Golkar M. Sarmuji. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

    Sarmuji merupakan Sekretaris Jenderal Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia. Lahir di Surabaya pada 10 Juni 1974, Sarmuji mulai mencicipi dunia politik sejak mahasiswa. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Jember. Kemudian, gelar master diraih Sarmuji dari Universitas Indonesia.

    Ketika masih menempuh studi di Jember, Sarmuji aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Jember periode 1998 hingga 2000. Sarmuji kemudian naik tingkat ke Pengurus Besar HMI dan tercatat pernah menjadi ketua pada 2001 hingga 2002.

    Sarmuji mulai menjadi anggota DPR sejak lolos di pemilu legislatif 2014 lalu. Ia maju menjadi anggota dewan dari dapil Jawa Timur VI. Pada 2014, Sarmuji meraih 57.586 suara. Ia kembali lolos di pileg 2019 dan berhasil meraih 137.110 suara. Sarmuji kembali mempertahankan kursinya di DPR lewat pileg 2024 dengan mengantongi 183.045 suara.

  3. 3. Harta kekayaan Sarmuji Rp14,93 miliar

    20251022_170928(0).heic
    Sekjen Partai Golkar M. Sarmuji. (IDN Times/Amir Faisol)

    Sementara, bila ditelusuri harta kekayaannya, Sarmuji melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terakhir pada 31 Desember 2025. Ketika itu, ia melapor memiliki harta kekayaan mencapai Rp14.931.644.686 (Rp14,93 miliar). Ia diketahui rutin melaporkan harta kekayaannya sejak menjadi anggota DPR pada 2014 lalu.

    Bila ditelusuri dari harta kekayaannya, Sarmuji memiliki harta paling besar disimpan dalam bentuk tanah dan bangunan. Ia melaporkan memiliki enam tanah dan rumah yang tersebar di Sidoarjo, Surabaya, Jakarta Selatan dan Kediri. Total aset di tiga lokasi berbeda itu mencapai Rp10.462.451.760 (Rp10,4 miliar).

    Sarmuji juga melapor memiliki tiga mobil, satu sepeda motor dan satu kapal laut SPOB Jeanita keluaran tahun 2017. Nilai kapal itu mencapai Rp5.568.750.000 (Rp5,5 miliar).

    Selain itu, harta Sarmuji lainnya disimpan dalam bentuk harta bergerak lainnya senilai Rp139.645.000, surat berharga senilai Rp537.331.948, dan kas serta setara kas senilai Rp3,2 miliar. Di sisi lain, Sarmuji turut melaporkan memiliki utang senilai Rp5.652.379.397 (Rp5,6 miliar).

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More