Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jejak Karier Nurkholisoh Ibnu Aman, dari Ekonom BI Jadi Wamenkeu
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman dan Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman. (Dok. Kemenkeu)
  • Presiden Prabowo Subianto melantik Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan di Istana Kepresidenan Jakarta pada 1 Oktober.
  • Nurkholisoh membawa pengalaman sekitar 20 tahun di Bank Indonesia, termasuk sebagai senior economist dan senior researcher yang memimpin riset kebijakan serta pasar keuangan.
  • Berlatar lima ijazah dari ITB, Chalmers, Chicago Booth, Edinburgh, dan program LSE, ia meminta dukungan Kemenkeu untuk mempelajari tugas serta organisasi baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat negara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10). Salah satunya Nurkholisoh Ibnu Aman yang dilantik sebagai wakil menteri keuangan (wamenkeu).

Mengutip profil LinkedIn-nya, Nurkholisoh merupakan ekonom Bank Indonesia (BI) dengan latar belakang pendidikan di bidang teknik, bisnis, ekonomi, dan keuangan.

1. Jenjang pendidikan yang pernah ditempuh

Ilustrasi wisuda (IDN Times/Dokumen)

Nurkholisoh menempuh pendidikan doktoral di University of Edinburgh Business School pada 2020–2025. Sebelumnya, ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari The University of Chicago Booth School of Business pada 2010–2012. Ia juga memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) dari Chalmers University of Technology, Swedia, pada 2002–2004.

Pendidikan sarjananya ditempuh di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1997–2002 dan menghasilkan gelar Bachelor of Engineering (B.Eng.). Selain pendidikan formal, Nurkholisoh pernah mengikuti program musim panas di The London School of Economics and Political Science (LSE) pada 2008.

2. Pernah menjabat senior researcher di BI

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman dan Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman. (Dok. Kemenkeu)

Nurkholisoh memiliki pengalaman panjang di Bank Indonesia (BI). Ia tercatat menjabat sebagai senior researcher BI sejak November 2024. Sebelumnya, ia menjabat sebagai senior economist BI pada 2006–2019.

Dalam posisi tersebut, ia memimpin sejumlah proyek riset yang berkaitan dengan kebijakan dan mendukung proses pengambilan keputusan di bank sentral, termasuk kajian mengenai pasar keuangan.

3. Pembelajar dan punya lima ijazah

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman dan Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman. (Dok. Kemenkeu)

Dalam pertemuan perdananya, Wamenkeu Nurkholisoh mengawali tugas barunya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan membawa pengalaman selama 20 tahun berkarier di BI.

Meski menyandang status sebagai orang baru di jajaran Kemenkeu, Nurkholis mengaku tidak sepenuhnya asing dengan lingkungan Kemenkeu. Ia menyebut telah beberapa kali berinteraksi dan terlibat dalam berbagai agenda di lingkungan kementerian tersebut.

“Saya sudah sering bolak-balik ke lingkungan ini, bolak-balik ke gedung ini. Ini dulu terlibat intens pada pembentukan FKSSK (Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan),” ujar dia dalam sambutannya di Kementerian Keuangan, Kamis (1/10/2026).

Nurkholis mengatakan, pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangannya dengan kompleks Kemenkeu. Kini, ia kembali ke lingkungan tersebut dengan amanah baru sebagai Wamenkeu. Untuk menjalankan tugasnya, dia akan banyak belajar, terutama terkait tugas pokok dan fungsi Kemenkeu serta karakteristik organisasi di dalamnya.

“Saya ini benar-benar orang baru. Kalau Pak Luky ini comeback. Kalau Pak Juda Agung (wamenkeu) sudah lumayan, hampir setahun. Pak Suahasil apalagi,” katanya.

Karena itu, Nurkholis meminta dukungan dan kerja sama dari jajaran Kemenkeu. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai seorang pembelajar yang akan banyak menyerap informasi dan pengetahuan dari lingkungan barunya.

"Sayalah si pembelajar itu. Saya mohon bantuan diajari, diberi informasi, diberi pengetahuan. Saya pribadi selalu menganggap diri saya ini adalah pembelajar. Saya bahkan punya lima ijazah, kalau mau menunjukkan betapa saya suka sekali belajar," ungkapnya.

Menurut Nurkholis, proses belajar tersebut tidak hanya berkaitan dengan substansi tugas Kemenkeu, tetapi juga mengenai organisasi kementerian secara keseluruhan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article