Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman dan Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman. (Dok. Kemenkeu)
Dalam pertemuan perdananya, Wamenkeu Nurkholisoh mengawali tugas barunya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan membawa pengalaman selama 20 tahun berkarier di BI.
Meski menyandang status sebagai orang baru di jajaran Kemenkeu, Nurkholis mengaku tidak sepenuhnya asing dengan lingkungan Kemenkeu. Ia menyebut telah beberapa kali berinteraksi dan terlibat dalam berbagai agenda di lingkungan kementerian tersebut.
“Saya sudah sering bolak-balik ke lingkungan ini, bolak-balik ke gedung ini. Ini dulu terlibat intens pada pembentukan FKSSK (Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan),” ujar dia dalam sambutannya di Kementerian Keuangan, Kamis (1/10/2026).
Nurkholis mengatakan, pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangannya dengan kompleks Kemenkeu. Kini, ia kembali ke lingkungan tersebut dengan amanah baru sebagai Wamenkeu. Untuk menjalankan tugasnya, dia akan banyak belajar, terutama terkait tugas pokok dan fungsi Kemenkeu serta karakteristik organisasi di dalamnya.
“Saya ini benar-benar orang baru. Kalau Pak Luky ini comeback. Kalau Pak Juda Agung (wamenkeu) sudah lumayan, hampir setahun. Pak Suahasil apalagi,” katanya.
Karena itu, Nurkholis meminta dukungan dan kerja sama dari jajaran Kemenkeu. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai seorang pembelajar yang akan banyak menyerap informasi dan pengetahuan dari lingkungan barunya.
"Sayalah si pembelajar itu. Saya mohon bantuan diajari, diberi informasi, diberi pengetahuan. Saya pribadi selalu menganggap diri saya ini adalah pembelajar. Saya bahkan punya lima ijazah, kalau mau menunjukkan betapa saya suka sekali belajar," ungkapnya.
Menurut Nurkholis, proses belajar tersebut tidak hanya berkaitan dengan substansi tugas Kemenkeu, tetapi juga mengenai organisasi kementerian secara keseluruhan.