Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

20 Tahun di BI, Nurkholisoh Kini Jadi Wamenkeu: Saya Si Pembelajar

2 min read
20 Tahun di BI, Nurkholisoh Kini Jadi Wamenkeu: Saya Si Pembelajar
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman dan Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman. (Dok. Kemenkeu)
  • Nurkholisoh Ibnu Aman memulai tugas sebagai Wakil Menteri Keuangan setelah 20 tahun berkarier di Bank Indonesia dan pernah terlibat dalam pembentukan Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan.
  • Ia mengaku sebagai orang baru di Kemenkeu yang akan mempelajari tugas, fungsi, serta karakteristik organisasi, sambil meminta informasi dan dukungan dari seluruh jajaran.
  • Nurkholis menilai pengelolaan puluhan ribu pegawai Kemenkeu menjadi tantangan besar; ia ingin mendukung efektivitas organisasi serta membangun kedekatan dengan para pegawai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman mengawali tugas barunya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan membawa pengalaman selama 20 tahun berkarier di Bank Indonesia (BI).

Meski menyandang status sebagai orang baru di jajaran Kemenkeu, Nurkholis mengaku tidak sepenuhnya asing dengan lingkungan Kemenkeu. Ia menyebut telah beberapa kali berinteraksi dan terlibat dalam berbagai agenda di lingkungan kementerian tersebut.

“Saya sudah sering bolak-balik ke lingkungan ini, bolak-balik ke gedung ini. Ini dulu terlibat intens pada pembentukan FKSSK (Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan),” ujar Nurkholis dalam sambutannya di Kementerian Keuangan, Kamis (1/10/2026).

Nurkholis mengatakan, pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangannya dengan kompleks Kemenkeu. Kini, ia kembali ke lingkungan tersebut dengan amanah baru sebagai Wamenkeu.

Untuk menjalankan tugasnya, Nurkholis mengaku akan banyak belajar, terutama terkait tugas pokok dan fungsi Kemenkeu serta karakteristik organisasi di dalamnya.

“Saya ini benar-benar orang baru. Kalau Pak Luky ini comeback. Kalau Pak Juda Agung (Wamenkeu) sudah lumayan, hampir setahun. Pak Suahasil apalagi,” katanya.

Karena itu, Nurkholis meminta dukungan dan kerja sama dari jajaran Kemenkeu. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai seorang pembelajar yang akan banyak menyerap informasi dan pengetahuan dari lingkungan barunya.

“Saya si pembelajar itu, saya mohon bantuan diajari, diberi informasi, diberi pengetahuan. Saya pribadi selalu menganggap diri saya ini adalah pembelajar,” ujarnya.

Menurut Nurkholis, proses belajar tersebut tidak hanya berkaitan dengan substansi tugas Kemenkeu, tetapi juga mengenai organisasi kementerian secara keseluruhan.

Ia menilai tantangan mengelola organisasi Kemenkeu cukup besar, mengingat jumlah pegawainya mencapai puluhan ribu orang. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah pegawai BI yang berada di kisaran 6.000-7.000 orang.

“Jadi luar biasa tantangan ke depan. Saya belum bisa bicara banyak tentang subyeknya itu sendiri, tapi saya ingin bisa bermanfaat bagi efektivitas organisasi,” katanya.

Sebagai pejabat yang paling junior di antara jajaran Wamenkeu, Nurkholis juga ingin membangun kedekatan dengan para pegawai Kemenkeu. Ia berharap dapat menginspirasi, menyapa, dan berinteraksi lebih dekat dengan para insan Kemenkeu dalam menjalankan tugas barunya.

“Terutama karena saya yang paling junior, saya juga ingin menginspirasi, ingin menyapa, ingin mendekat, ingin bersahabat dengan para pegawai insan Kementerian Keuangan,” tuturnya.

Nurkholis pun menutup sambutannya dengan meminta dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran Kemenkeu.

“Mungkin itu sebagai salam pembuka. Mohon dibuka bukan hanya hati Bapak Ibu sekalian, tapi juga kerja sama bapak ibu sekalian,” ungkapnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

    Related Articles

    See More