Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah juga sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia dan mata uang utama dunia yang melemah terhadap dolar AS.
Indeks dolar AS menguat ke level tertinggi baru sejak 30 Juli 2026. Penguatan tersebut dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Kondisi tersebut membuat investor mencermati keputusan BI terkait suku bunga acuan. Pasar menilai ruang pergerakan rupiah masih akan menghadapi tekanan apabila BI memutuskan tidak menaikkan suku bunga dalam RDG besok.
"Untuk perdagangan selanjutnya, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.800-Rp17.950 per dolar AS," ungkap Lukman.