ilustrasi street food di Korea Selatan, bisnis kuliner, penduduk lokal Korea Selatan (pexels.com/Tyler Wang)
Pemerintah Korea Selatan memiliki target untuk menurunkan rata-rata jam kerja tahunan ke kisaran 1.700 jam pada tahun 2030 agar lebih mendekati rata-rata negara-negara OECD. Salah satu langkah yang sedang dipersiapkan adalah penerapan sistem kerja 4,5 hari dalam seminggu. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan waktu istirahat yang lebih banyak tanpa mengurangi daya saing ekonomi negara.
Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan pedoman untuk mencegah penyalahgunaan sistem kontrak upah yang berpotensi membuat lembur gak dibayar. Di sisi lain, pemerintah turut mendorong pembahasan aturan yang dikenal sebagai "No KakaoTalk After Work", yaitu kebijakan untuk mengurangi pengiriman pesan pekerjaan setelah jam kantor berakhir. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pekerja benar-benar menikmati waktu istirahat dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi.
Data terbaru menunjukkan bahwa pekerja Korea Selatan masih memiliki jam kerja yang jauh lebih panjang dibandingkan sebagian besar negara maju, termasuk Jerman yang memiliki selisih hingga 501 jam per tahun. Di sisi lain, tren penurunan jam kerja terus berlangsung berkat berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
Target untuk menurunkan jam kerja hingga mendekati rata-rata OECD pada 2030 menjadi sinyal bahwa Korea Selatan ingin membangun lingkungan kerja yang lebih sehat sekaligus tetap produktif. Bagi kamu, fakta ini menunjukkan bahwa produktivitas gak selalu harus dicapai dengan bekerja lebih lama, tapi juga melalui kebijakan yang mampu menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.