Atasi Krisis Pengemudi, Jepang Uji Coba Bus Otonom Mulai 2027

- Pemerintah Jepang akan memulai uji coba bus otonom pada tahun fiskal 2027 untuk mengatasi krisis pengemudi dan menjaga layanan transportasi di daerah terpencil.
- Bus otonom dilengkapi sistem pemantauan jarak jauh berbasis AI serta fitur otomatis seperti pintu dan papan informasi digital demi efisiensi dan kenyamanan penumpang.
- Proyek ini menargetkan operasi Level 4 di lebih dari 100 kota dan menjadi langkah menuju strategi robotika nasional dengan target sepuluh juta robot pada tahun 2040.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang mengumumkan rencana uji coba bus umum tanpa pengemudi (otonom) yang akan dimulai pada tahun fiskal 2027. Kebijakan ini disampaikan secara resmi pada Minggu (5/7/2026) sebagai bagian dari pembaruan sektor transportasi publik.
Langkah ini diambil untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien sekaligus mengatasi krisis jumlah pengemudi. Melalui teknologi otomatis ini, pemerintah berharap dapat menjaga keberlangsungan rute angkutan umum, terutama di daerah terpencil.
1. Rencana pengujian bus tanpa pengemudi

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang menargetkan layanan transportasi otonom Level 4 dapat beroperasi di lebih dari 100 kota pada tahun 2027. Pendaftaran bagi perusahaan transportasi, produsen kendaraan, dan pengembang teknologi dibuka hingga akhir Juli 2026 untuk mendukung kerja sama riset ini.
Pemerintah menegaskan bahwa teknologi otomatisasi ini sangat penting untuk mengatasi masalah mobilitas warga akibat penurunan angka kelahiran dan penuaan populasi di Jepang.
"Sistem kemudi otomatis sangat efektif dan penting bagi Jepang untuk mengatasi masalah transportasi akibat penurunan jumlah kelahiran dan penuaan penduduk," kata Menteri Negara Transformasi Digital, Soichiro Imaeda, dilansir Digital Agency.
2. Penerapan sistem pemantauan jarak jauh untuk kemudi otomatis

Bus otonom tersebut akan dilengkapi dengan sistem pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan kelancaran operasional. Teknologi ini memungkinkan petugas mengawasi pergerakan bus secara langsung tanpa harus berada di dalam kendaraan.
Selain sistem kemudi, bus ini juga dilengkapi dengan fitur otomatis lain seperti sistem buka-tutup pintu dan papan informasi rute digital untuk kenyamanan penumpang.
"Gabungan teknologi kecerdasan buatan dari Imagry dan jaringan luas Toyota Tsusho akan memberikan solusi bagi tantangan transportasi umum lokal," ungkap CEO Imagry, Eran Ofir, dikutip dari Israel-Japan Chamber of Commerce.
3. Target robotika jangka panjang

Secara global, teknologi kemudi otomatis dibagi menjadi enam tingkatan, mulai dari Level 0 (manual) hingga Level 5 (otomatis penuh di semua kondisi). Uji coba di Jepang ini fokus pada Level 4, yaitu kondisi ketika kendaraan mampu berjalan sendiri tanpa bantuan manusia pada rute tertentu.
Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi dasar bagi strategi jangka panjang Jepang dalam menerapkan teknologi robot dan kecerdasan buatan secara lebih luas.
"Strategi ini menetapkan target penggunaan sekitar sepuluh juta robot pada tahun 2040 mendatang," kata Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa, dilansir Channel News Asia.










![[QUIZ] Tes Seberapa Siap Kamu untuk Mulai Berbisnis Dari Quiz Ini!](https://image.idntimes.com/post/20230920/startup-594090-1280-d6d6a0f4e90d5fb0c2c5b5669d828c83.jpg)







![[QUIZ] Dari Golongan Darahmu, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20240228/lisanto-fjxa21l-ihw-unsplash-a5b9962b3fc7f3cf62c097d65b42212c.jpg)

