Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kebijakan One Way Lokal Mulai Diterapkan di Tol Jakarta-Cikampek
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (dok. BKIP Kemenhub)
  • Pemerintah mulai menerapkan rekayasa lalu lintas one way lokal tahap pertama di Tol Jakarta–Cikampek untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026.
  • Korlantas Polri mencatat kebijakan ini menurunkan angka kecelakaan hingga 15,5 persen dan fatalitas sebesar 38,9 persen selama masa penerapan awal.
  • Jasa Marga melaporkan sekitar 1,1 juta kendaraan telah keluar dari Jakarta, sementara pemerintah mengimbau pembatasan operasional truk sumbu tiga ke atas demi kelancaran arus mudik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di ruas Tol Jakarta–Cikampek. Sejalan dengan itu, pemerintah mulai mengimplementasikan kebijakan pengendalian arus melalui rekayasa lalu lintas one way lokal Tahap I sebagai langkah antisipatif terhadap lonjakan kendaraan di jalur utama mudik.

Guna memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif di lapangan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho dan Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono meninjau langsung kondisi arus lalu lintas di KM 29, pada Selasa malam (17/3/2026). Peninjauan ini menjadi bagian dari evaluasi awal atas penerapan rekayasa lalu lintas yang telah diberlakukan sejak siang hari.

Dudy menyampaikan, kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan merupakan bagian dari strategi terpadu pemerintah dalam menjaga kelancaran sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan mudik. Adapun rekayasa lalu lintas telah mulai diterapkan sesuai dengan ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB).

“Selasa siang Korlantas Polri telah memberlakukan atau memulai rekayasa lalu lintas one way lokal sepenggal tahap pertama, yaitu dari kilometer 70 sampai kilometer 263. Harapannya, dengan pemberlakuan ini maka masyarakat dalam melakukan perjalanan bisa berjalan lancar,” tutur Dudy.

1. Penerapan kebijakan disesuaikan kondisi di lapangan

Pemberlakukan one way tahap 1 di Tol Cikampek (dok. BKIP Kemenhub)

Dudy menegaskan, pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ini dilakukan untuk mengantisipasi dan juga sesuai dengan yang termuat di dalam SKB bahwa pada tanggal 17 Maret, dilakukan rekayasa lalu lintas,” kata dia.

Lebih lanjut Dudy menambahkan, penerapan kebijakan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Hingga Selasa malam tadi, arus lalu lintas terpantau dalam kondisi terkendali.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini (Selasa malam) arus lalu lintas terpantau terkendali dan berjalan lancar,” kata Dudy.

Dudy pun berharap kebijakan rekayasa lalu lintas ini dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

“Kami mohon doa agar pelaksanaan one way ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.

2. Penurunan angka kecelakaan

Gerbang Tol Cikampek Utama 2 (dok. BKIP Kemenhub)

Kebijakan rekayasa lalu lintas merupakan bagian dari manajemen lalu lintas terpadu yang mencakup penerapan contraflow, one way, serta pembatasan operasional angkutan barang.

Seluruh kebijakan dijalankan secara fleksibel, adaptif berbasis kondisi lapangan.

Korlantas Polri mencatat, implementasi kebijakan ini memberikan dampak positif, dengan penurunan angka kecelakaan sebesar 15,5 persen dan penurunan fatalitas hingga 38,9 persen.

3. Sebanyak 1,1 juta kendaraan keluar dari Jakarta

Antrean kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama (dok. BKIP Kemenhub)

Sementara itu, Jasa Marga melaporkan hingga Selasa (17/3/2026) sore, sekitar 1,1 juta kendaraan telah keluar dari Jakarta atau sekitar 32 persen dari total proyeksi dengan tren yang terus meningkat menuju puncak arus mudik.

Di sisi lain, Dudy juga kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap pembatasan operasional angkutan barang, khususnya kendaraan sumbu tiga ke atas, guna menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik.

“Pada kesempatan ini juga saya ingin sekali lagi, mungkin sudah dalam beberapa hari, mengimbau kepada para pengusaha maupun perusahaan yang mengoperasikan kendaraan truk sumbu tiga ke atas agar menghentikan pengoperasiannya untuk sementara waktu, sesuai dengan pembatasan demi menjaga kelancaran maupun keselamatan dari saudara-saudara kita yang akan melakukan perjalanan mudik,” tuturnya.

Editorial Team