Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Satu Benua Beda Nasib! Ini Daftar Gaji Bersih Para Pekerja di Eropa

Satu Benua Beda Nasib! Ini Daftar Gaji Bersih Para Pekerja di Eropa
ilustrasi Denmark, Eropa (pexels.com/Gizem Erol)
Intinya Sih
  • Data Eurostat pertengahan 2026 mencatat gaji bersih tahunan pekerja lajang tanpa anak di Uni Eropa berkisar 12.967 euro di Hungaria hingga 54.260 euro di Luksemburg.
  • Luksemburg, Irlandia, dan Denmark memimpin pendapatan bersih, sementara Jerman dan Prancis di atas rata-rata UE; Spanyol serta Italia masih berada di bawah rata-rata.
  • Setelah disesuaikan daya beli, kesenjangan pendapatan menyempit dari 4,2 menjadi 2,3 kali; tunjangan keluarga juga dapat menaikkan penghasilan bersih secara signifikan di sejumlah negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bekerja di Eropa masih menjadi impian banyak orang karena identik dengan gaji tinggi dan kualitas hidup yang baik. Namun, jika melihat lebih dalam, besaran gaji bersih yang diterima pekerja ternyata sangat berbeda di setiap negara, lho.

Data terbaru Eurostat yang dirilis pada pertengahan 2026 menunjukkan bahwa selisih pendapatan bersih antarnegara di Uni Eropa bisa mencapai lebih dari empat kali lipat. Perbedaan ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari besarnya gaji, sistem perpajakan, iuran jaminan sosial, hingga kebijakan tunjangan keluarga.

Meski demikian, nominal gaji bukan satu-satunya penentu kesejahteraan karena biaya hidup juga ikut memengaruhi daya beli masyarakat. Jadi, negara mana saja yang menawarkan gaji bersih paling besar?

1. Gaji bersih pekerja di Eropa terpaut hingga ratusan juta rupiah

ilustrasi Hungaria
ilustrasi Hungaria (pexels.com/Bence Szemerey)

Kalau kamu mengira seluruh negara Eropa menawarkan gaji yang hampir sama, kenyataannya justru berbeda jauh. Eurostat mencatat pekerja lajang tanpa anak yang menerima gaji rata-rata memperoleh pendapatan bersih tahunan mulai dari 12.967 eurii atau sekitar Rp245 juta di Hungaria hingga 54.260 euri atau sekitar Rp1,03 miliar di Luksemburg (asumsi kurs Rp18.900 per euro). Artinya, pekerja di negara dengan peringkat tertinggi bisa membawa pulang lebih dari empat kali lipat dibanding negara dengan pendapatan bersih terendah.

Perbedaan tersebut bukan hanya dipengaruhi oleh besarnya gaji pokok. Sistem perpajakan, besaran iuran jaminan sosial, hingga kebijakan tunjangan keluarga juga ikut menentukan berapa banyak uang yang akhirnya masuk ke rekening pekerja. Karena itulah dua negara dengan tingkat gaji yang mirip belum tentu menghasilkan pendapatan bersih yang sama setelah seluruh potongan diterapkan.

2. Negara dengan gaji bersih tertinggi masih didominasi Eropa Barat

ilustrasi Belgia atau Belgium, Eropa
ilustrasi Belgia atau Belgium, Eropa (pexels.com/Miguel Saddi Vitorino)

Luksemburg menjadi negara dengan gaji bersih tertinggi di Uni Eropa. Pekerja lajang tanpa anak rata-rata membawa pulang 54.260 euri atau sekitar Rp1,03 miliar per tahun. Setelah itu disusul Irlandia dengan 44.263 euri atau sekitar Rp837 juta, Denmark 41.981 euri atau sekitar Rp794 juta, Belanda 36.837 euro atau sekitar Rp696 juta, Belgia 34.642 euri atau sekitar Rp655 juta, serta Swedia dan Finlandia yang juga berada jauh di atas rata-rata Uni Eropa. Sementara itu, rata-rata gaji bersih tahunan di Uni Eropa mencapai 26.929 euri atau sekitar Rp509 juta.

Menariknya, negara ekonomi besar seperti Jerman dan Prancis memang masih berada di atas rata-rata Uni Eropa, tapi selisihnya gak terlalu jauh. Jerman mencatat pendapatan bersih sekitar 31 ribu euro atau Rp586 juta, sedangkan Prancis sekitar 30.832 euro atau Rp583 juta per tahun. Sebaliknya, Spanyol dan Italia masih berada di bawah rata-rata dengan pendapatan bersih masing-masing sekitar Rp477 juta dan Rp462 juta per tahun.

3. Eropa Timur masih tertinggal, tapi biaya hidup membantu mengecilkan selisih

ilustrasi Bratislava, Slovakia, Eropa
ilustrasi Bratislava, Slovakia, Eropa (pexels.com/Lukas Kosc)

Beberapa negara Eropa Timur masih mencatat pendapatan bersih yang relatif rendah. Hungaria berada di posisi terbawah dengan sekitar Rp245 juta per tahun, disusul Rumania sekitar Rp250 juta, Yunani sekitar Rp284 juta, Slovakia sekitar Rp296 juta, dan Polandia sekitar Rp305 juta. Latvia, Kroasia, Lituania, Ceko, hingga Portugal juga masih mencatat gaji bersih tahunan di bawah Rp380 juta.

Meski demikian, angka tersebut gak sepenuhnya mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Biaya hidup yang lebih rendah membuat daya beli pekerja di beberapa negara Eropa Timur menjadi lebih baik dibanding jika hanya melihat nominal gaji. Dengan kata lain, uang yang diterima memang lebih sedikit, tapi pengeluarannya juga lebih rendah sehingga nilainya terasa lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

4. Setelah biaya hidup dihitung, peta peringkat langsung berubah

ilustrasi Sighișoara, Rumania
ilustrasi Sighișoara, Rumania (unsplash.com/Alisa Anton)

Jika pendapatan bersih disesuaikan dengan Purchasing Power Standard (PPS) atau daya beli, jarak antara negara terkaya dan termiskin langsung menyusut. Secara nominal, selisih pendapatan bersih tertinggi dan terendah mencapai sekitar 4,2 kali lipat. Namun setelah memperhitungkan biaya hidup di masing-masing negara, perbedaannya turun menjadi sekitar 2,3 kali lipat.

Perubahan ini membuat beberapa negara mengalami lonjakan posisi. Rumania yang sebelumnya berada di kelompok terbawah berhasil naik ke papan tengah karena biaya hidupnya relatif murah. Polandia juga mampu melampaui Estonia, Latvia, dan Lituania. Sebaliknya, Yunani justru turun menjadi negara dengan daya beli terendah, sementara Denmark kehilangan beberapa posisi karena tingginya biaya hidup membuat pendapatan bersihnya gak lagi terlihat sebesar ketika hanya dihitung berdasarkan nominal euro.

5. Tunjangan keluarga bisa membuat penghasilan naik drastis

ilustrasi Jerman, Eropa, keluarga
ilustrasi Jerman, Eropa, keluarga (unsplash.com/Daniel McGuire)

Besaran gaji bersih juga berubah ketika pekerja memiliki anak. Di sejumlah negara, pemerintah memberikan dukungan berupa potongan pajak maupun bantuan tunai sehingga pendapatan bersih keluarga meningkat cukup signifikan. Jerman menjadi contoh paling mencolok karena pasangan dengan satu pencari nafkah dan dua anak memperoleh pendapatan bersih tahunan 47.424 euro atau sekitar Rp896 juta, naik sekitar 53 persen dibanding pekerja lajang tanpa anak yang menerima sekitar Rp586 juta per tahun.

Negara lain seperti Polandia, Belgia, dan Austria juga dikenal memiliki dukungan keluarga yang cukup besar melalui kebijakan fiskal. Sebaliknya, kenaikan pendapatan bersih di Spanyol hanya sekitar 13 persen, sedangkan Finlandia, Swedia, dan Siprus mencatat peningkatan yang relatif kecil. Meski begitu, bukan berarti negara-negara tersebut kurang mendukung keluarga, ya, karena sebagian bantuan diberikan melalui program sosial lain yang gak seluruhnya tercermin dalam perhitungan gaji bersih.

Data terbaru Eurostat menunjukkan bahwa bekerja di Eropa gak selalu berarti memperoleh pendapatan yang sama besar. Perbedaan sistem pajak, besaran iuran sosial, biaya hidup, hingga kebijakan tunjangan keluarga membuat gaji bersih antarnegara bisa terpaut hingga ratusan juta rupiah setiap tahunnya.

Karena itu, kamu sebaiknya jangan hanya terpaku pada nominal gaji saat membandingkan peluang kerja di luar negeri. Memahami daya beli serta berbagai manfaat yang diberikan masing-masing negara akan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kesejahteraan yang benar-benar bisa kamu rasakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More