Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Keuangan Mulai Sesak Setelah Nataru? Ini Strategi biar Tetap Bertahan

Keuangan Mulai Sesak Setelah Nataru? Ini Strategi biar Tetap Bertahan
ilustrasi dompet kosong (pexels.com/Nicola Barts)
Intinya sih...
  • Evaluasi ulang arus cash flow secara jujur untuk memahami tekanan finansial dan perilaku konsumsi selama liburan.
  • Susun ulang prioritas pengeluaran agar sesuai kemampuan finansial saat ini, menurunkan tekanan mental dan membuat keuangan lebih tenang.
  • Kurangi gaya hidup konsumtif, perkuat disiplin, manfaatkan strategi budgeting yang sesuai kondisi, dan cari sumber pemasukan tambahan yang realistis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) lewat, banyak orang mulai merasa dompet terasa jauh lebih sunyi daripada suasana liburan yang meriah kemarin. Pengeluaran ekstra untuk perjalanan, hadiah, makan besar, dan kebutuhan hiburan sering meninggalkan jejak panjang pada kondisi finansial.

Situasi ini gak jarang membuat kepala sedikit berat karena anggaran bulanan mendadak terasa sempit dan ruang gerak keuangan perlahan menyusut. Namun kondisi sesak setelah holiday season bukan sesuatu yang mustahil diatasi kalau ada strategi yang jelas dan terencana.

Dengan manajemen keuangan yang lebih rasional, seseorang tetap bisa bertahan bahkan sambil memperbaiki kondisi keuangannya sedikit demi sedikit. Momentum awal tahun justru bisa menjadi titik balik untuk memperkuat financial habit yang lebih sehat, jadi yuk simak strateginya dan terapkan mulai sekarang!

1. Evaluasi ulang arus cash flow secara jujur

Keuangan Mulai Sesak Setelah Nataru? Ini Strategi biar Tetap Bertahan
ilustrasi rencana keuangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Saat keuangan mulai sesak, langkah pertama yang paling masuk akal adalah melakukan evaluasi cash flow secara menyeluruh. Banyak orang sering mengabaikan catatan arus uang masuk dan keluar hingga akhirnya terkejut karena saldo berkurang drastis. Dengan melihat aliran uang secara jujur, tekanan finansial bisa lebih mudah dipahami dan arah langkah selanjutnya jadi lebih jelas.

Evaluasi ini sebaiknya gak hanya mencatat angka, tetapi juga memahami perilaku konsumsi yang terjadi selama periode liburan. Dari langkah tersebut bisa terlihat mana yang bersifat kebutuhan dan mana yang sekadar dorongan emosional sesaat. Jika titik masalahnya sudah teridentifikasi, proses perbaikan akan jauh lebih realistis dan terukur.

2. Susun ulang prioritas pengeluaran agar lebih realistis

Keuangan Mulai Sesak Setelah Nataru? Ini Strategi biar Tetap Bertahan
ilustrasi mengatur prioritas (pexels.com/Ahmed)

Setelah tahu kondisi sebenarnya, saatnya menyusun ulang prioritas pengeluaran agar sesuai kemampuan finansial saat ini. Banyak pengeluaran yang mungkin terasa penting, tetapi sebenarnya masih bisa ditunda sampai kondisi benar-benar stabil. Mengatur ulang prioritas membuat keuangan lebih tenang karena setiap rupiah yang keluar punya alasan yang jelas.

Pendekatan ini juga membantu menurunkan tekanan mental karena seseorang tahu apa yang harus didahulukan tanpa perlu galau berkepanjangan. Kebutuhan dasar tetap aman, sedangkan kebutuhan sekunder menunggu waktu yang lebih tepat. Dengan penyusunan prioritas yang bijak, keuangan yang sempat sesak bisa pelan-pelan kembali bernapas.

3. Kurangi gaya hidup konsumtif dan perkuat disiplin

Keuangan Mulai Sesak Setelah Nataru? Ini Strategi biar Tetap Bertahan
ilustrasi belanja furnitur (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Usai liburan panjang, kebiasaan belanja impulsif biasanya masih tersisa dan ini yang sering memperparah kondisi keuangan. Karena itu, menekan gaya hidup konsumtif adalah langkah penting agar situasi gak semakin runyam. Mengurangi hasrat belanja yang hanya berbasis keinginan emosional dapat memberi ruang lebih lega bagi anggaran.

Selain mengurangi konsumsi berlebihan, disiplin juga perlu diperkuat dalam bentuk batas pengeluaran harian atau mingguan. Dengan batas yang jelas, seseorang punya kontrol lebih kuat terhadap diri sendiri. Disiplin kecil yang konsisten akan jauh lebih efektif dibanding niat besar tanpa realisasi.

4. Manfaatkan strategi budgeting yang sesuai kondisi

Keuangan Mulai Sesak Setelah Nataru? Ini Strategi biar Tetap Bertahan
ilustrasi mengatur keuangan (pexels.com/Karola G)

Setiap orang punya kondisi finansial berbeda sehingga strategi budgeting juga perlu menyesuaikan situasi. Metode seperti 50-30-20 atau zero based budgeting bisa dicoba untuk melihat mana yang paling nyaman diterapkan. Tujuannya sederhana, yaitu membuat alokasi uang lebih terstruktur agar gak habis tanpa arah.

Saat anggaran tertata dengan rapi, keputusan finansial jadi lebih tenang karena sudah memiliki panduan. Selain itu, strategi budgeting membantu memastikan kebutuhan utama tetap terpenuhi meski kondisi sedang ketat. Dengan pendekatan yang teratur, stabilitas finansial perlahan dapat kembali terbentuk.

5. Cari sumber pemasukan tambahan yang realistis

Keuangan Mulai Sesak Setelah Nataru? Ini Strategi biar Tetap Bertahan
ilustrasi kerja remote (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Jika penghematan saja belum cukup, mencari sumber pemasukan tambahan bisa menjadi solusi yang cukup efektif. Saat ini banyak peluang freelance, remote work, atau pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan sesuai kemampuan dan waktu yang tersedia. Pemasukan tambahan ini membantu menutup celah pengeluaran dan mempercepat proses pemulihan keuangan.

Namun, penting juga memastikan pekerjaan tambahan tersebut realistis dan gak sampai mengganggu kesehatan fisik maupun mental. Pilih aktivitas yang masih memungkinkan dijalani secara konsisten tanpa tekanan berlebihan. Dengan pemasukan tambahan yang terkelola baik, keuangan yang sempat sesak bisa kembali stabil secara perlahan.

Keuangan yang terasa sesak setelah momen Nataru memang bisa membuat cemas, tetapi bukan berarti situasinya tanpa jalan keluar. Dengan evaluasi yang jujur, pengendalian gaya hidup, strategi budgeting, dan upaya menambah pemasukan, kondisi finansial bisa kembali terkendali. Pada akhirnya, kedewasaan dalam mengelola uang justru tumbuh dari situasi sulit seperti ini, sehingga ke depan keuangan menjadi jauh lebih kuat dan matang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Danantara Anggarkan Rp1 Triliun dari CSR BUMN Bangun Hunian di Sumatra

01 Jan 2026, 16:10 WIBBusiness