Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Keyakinan Konsumen Turun Tipis di September, Optimisme Tetap Terjaga

4 min read
Keyakinan Konsumen Turun Tipis di September, Optimisme Tetap Terjaga
ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, belanja di supermarket (magnific.com/rawpixel.com)
  • Indeks Keyakinan Konsumen September 2026 turun tipis menjadi 118,1 dari 118,5 pada Agustus, tetapi tetap menunjukkan optimisme karena berada di atas level 100.

  • Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini turun menjadi 107,5, dengan penghasilan, lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama tetap optimistis meski sejumlah kelompok berpendapatan rendah masih pesimistis.

  • Ekspektasi ekonomi enam bulan mendatang menguat; IEK naik menjadi 128,7, didorong proyeksi penghasilan dan lapangan kerja yang membaik, sementara ekspektasi kegiatan usaha sedikit menurun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional masih terjaga pada September 2026. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tercatat sebesar 118,1.

Meski demikian, angka tersebut turun tipis dibandingkan dengan IKK Agustus 2026 yang mencapai 118,5. Kendati melemah, IKK September masih berada di atas level 100 yang menunjukkan konsumen tetap optimistis terhadap kondisi ekonom

  1. 1. Keyakinan konsumen periode September masih terjaga

    ilustrasi rupiah (Pexels.com/Defrino Maasy)
    ilustrasi rupiah (Pexels.com/Defrino Maasy)

    Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan, keyakinan konsumen pada September 2026 tetap terjaga terutama didorong oleh meningkatnya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan.

    “Survei Konsumen Bank Indonesia pada September 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Kamis (8/10/2026).

  2. 2. Indeks kondisi ekonomi saat ini turun tipis dari bulan lalu

    Ilustrasi pasar (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
    Ilustrasi pasar (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

    Sementara itu, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini masih kuat, tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) September 2026 sebesar 107,5. Meski masih berada di level optimistis atau di atas 100, angka tersebut turun dibandingkan dengan IKE Agustus 2026 sebesar 109,4.

    Penurunan IKE tidak mengubah optimisme pada seluruh komponen pembentuknya. Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) tercatat sebesar 114,6, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) sebesar 101,1, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) sebesar 106,7.

    "Secara spasial, penurunan IKE terdalam terjadi di Mataram, Bandung, dan Ambon. Sementara itu, peningkatan IKE tertinggi tercatat di Pontianak, Medan, dan Makassar," tulis BI.

  3. 3. Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi 6 bulan mendatang menguat

    ilustrasi belanja kebutuhan pokok
    ilustrasi belanja kebutuhan pokok (pexels.com/Kevin Malik)

    Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan ke depan semakin menguat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) September 2026 yang naik menjadi 128,7 dari 127,6 pada bulan sebelumnya.

    Peningkatan ekspektasi tersebut terutama didorong oleh membaiknya pandangan konsumen terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan mendatang.

    "Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini masih kuat pada mayoritas kelompok. Namun, kelompok dengan pengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta masih berada di level pesimis," tegas BI.

    Sementara itu, indeks penghasilan saat ini tertinggi tercatat pada kelompok dengan pengeluaran lebih dari Rp5 juta, yakni sebesar 121,4. Jika dilihat berdasarkan usia, indeks tertinggi berada pada kelompok usia 20-30 tahun dengan angka 128,2.

  4. 4. Kelompok usia 20-30 tahun masih optimis terhadap ketersediaan lapangan kerja

    ilustrasi mencari iklan lowongan kerja (freepik.com/rawpixel.com)
    ilustrasi mencari iklan lowongan kerja (freepik.com/rawpixel.com)

    Dari sisi ketersediaan lapangan kerja saat ini, persepsi konsumen masih optimistis pada responden dengan tingkat pendidikan akademi atau diploma, sarjana, dan pascasarjana. Sebaliknya, responden dengan pendidikan SMA masih memiliki persepsi pesimistis terhadap ketersediaan lapangan kerja. Indeks kelompok ini bahkan turun menjadi 96,9.

    Berdasarkan kelompok usia, persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini masih optimistis pada kelompok usia 20-30 tahun. Sementara kelompok usia lainnya berada di level pesimis.

    Sementara itu, keyakinan konsumen untuk membeli barang tahan lama juga masih berbeda berdasarkan tingkat pengeluaran. Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) berada di level optimistis pada kelompok dengan pengeluaran lebih dari Rp3,1 juta.

    Adapun kelompok dengan pengeluaran di bawah Rp3,1 juta masih berada di level pesimis. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok dengan pengeluaran lebih dari Rp5 juta, yakni sebesar 116,0.

    Di sisi lain, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan ke depan menunjukkan peningkatan. IEK September 2026 tercatat sebesar 128,7, naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 127,6.

    "Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan ekspektasi terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja," tulis BI.

    Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) tercatat sebesar 136,9 pada September 2026, meningkat dari 134,9 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) naik menjadi 127,7 dari 125,7. Adapun Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) masih berada di level optimistis dengan indeks 121,5. Namun, angka tersebut sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 122,1.

    Secara spasial, peningkatan IEK tertinggi terjadi di Padang, Pontianak, dan Banten. Sebaliknya, penurunan IEK terdalam tercatat di Semarang, Jakarta, dan Makassar. Ekspektasi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan ke depan juga berada pada level optimistis di seluruh kelompok pendidikan.

    Peningkatan indeks terjadi pada seluruh tingkat pendidikan, kecuali kelompok akademi atau diploma yang mengalami penurunan menjadi 127,5.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More