Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
Age VerificationThis content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

Konflik Trump-The Fed Memanas, Rupiah Tekuk Dolar AS Hari Ini

Ilustrasi uang rupiah Indonesia dengan Dolar AS (Pexels.com/MarkPiovesan)
Ilustrasi uang rupiah Indonesia dengan Dolar AS (Pexels.com/MarkPiovesan)
Intinya sih...
  • Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI mencapai Rp16.871 per dolar AS, mengalami penguatan dibandingkan pekan kemarin.
  • Trump terus serang The Fed dengan upaya menguasai Bank Sentral AS, dipicu oleh penyelidikan kriminal yang melibatkan Gubernur The Fed, Jerome Powell.
  • Rupiah diprediksi akan melemah kembali hingga perdagangan besok, Kamis (15/1), dengan rentang Rp16.860-16.890 per dolar AS.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu, (14/1/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat 12 poin atau 0,07 persen ke Rp16.865 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka menguat sebesar 4 poin ke level Rp16.873 per dolar AS.

Hari ini kurs rupiah diperdagangkan pada rentang Rp16.859-16.883 per dolar AS, dengan year to date (YTD) return 1,11 persen.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp16.871 per dolar AS.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan pekan kemarin, Selasa, (13/1), yang berada di level RpRp16.875 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan rupiah mengalami penguatan pada sore ini dibandingkan pekan kemarin.

2. Trump terus serang The Fed

Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang berbagai negara dipicu oleh upaya Presiden AS, Donald Trump menguasai Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Hal itu terbukti dari penyelidikan kriminal yang melibatkan Gubernur The Fed, Jerome Powell. Menurut beberapa pihak, penyelidikan itu adalah aksi politik.

“Meskipun perkembangan ini membuat investor gelisah, para kepala bank sentral dan eksekutif bank besar secara terbuka mendukung Powell, menekankan pentingnya menjaga otonomi Fed di tengah tekanan politik IInternal,” tutur The Fed.

3. Rupiah diprediksi lampaui Rp8 juta

Ibrahim menilai, penguatan dolar AS masih akan kembali meleah rupiah hingga perdagangan besok, Kamis (15/1).

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp16.860-16.890,” tutur Ibrahim.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Latest in Business

See More

Dahlan Iskan Kritik Revisi UU BUMN: Lebih Jelek dari Sebelumnya

14 Jan 2026, 17:00 WIBBusiness