Rupiah Tertekan, Isu Powell dan Iran Bikin Pasar Global Berguncang

- Isu Jerome Powell guncang kepercayaan pasar
- Gejolak Iran tambah tekanan pasar global
- Rupiah diperkirakan masih akan bergerak melemah
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (13/1/2026). Rupiah ditutup di level Rp16.877 per dolar AS, melemah 22 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Berdasarkan data Bloomberg, pada awal perdagangan, rupiah dibuka di level Rp16.880 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya ditutup di Rp16.855 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.867 hingga Rp16.889 per dolar AS.
1. Isu Jerome Powell guncang kepercayaan pasar
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan sentimen pasar global terguncang oleh perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di AS, menyusul diluncurkannya investigasi kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, oleh jaksa AS.
"Sentimen pasar telah terguncang oleh perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat," kata Ibrahim.
Dia menilai meningkatnya tekanan politik terhadap bank sentral AS tersebut telah melemahkan kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan moneter Negeri Paman Sam. Kondisi itu memicu ketidakpastian di pasar keuangan global, termasuk pasar valuta asing negara berkembang.
Powell menyebut langkah Departemen Kehakiman AS (DOJ) bermuatan politik. Dia menegaskan investigasi tersebut tidak berkaitan dengan kesaksiannya di Senat pada Juni 2025 maupun proyek renovasi gedung Federal Reserve, dan menyebut alasan tersebut hanya sebagai dalih.
Powell juga menyoroti isu yang lebih besar, yakni apakah bank sentral masih dapat menetapkan suku bunga berdasarkan data dan kondisi ekonomi, atau justru berada di bawah tekanan serta intimidasi politik.
2. Gejolak Iran tambah tekanan pasar global
Pasar juga dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Iran. Negara tersebut dilaporkan menghadapi demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan kekerasan meluas dan korban jiwa setelah aparat keamanan menindak para demonstran.
Presiden AS, Donald Trump, disebut telah memperingatkan kemungkinan tindakan militer jika otoritas Iran terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap warga sipil. Trump juga mengumumkan rencana penerapan tarif 25 persen terhadap negara mana pun yang tetap berbisnis dengan Iran, sebagai upaya mengisolasi Teheran secara ekonomi.
"Sebuah laporan Reuters mengatakan Trump diperkirakan akan bertemu dengan penasihat senior pada hari Selasa untuk membahas opsi terkait Iran," kata Ibrahim.
3. Rupiah diperkirakan masih akan bergerak melemah
Dengan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim menyampaikan rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya. Untuk perdagangan Rabu (14/1/2026), rupiah diproyeksikan melemah di kisaran Rp16.870 hingga Rp16.900 per dolar AS.
Dolar AS tercatat telah menguat 1,18 persen sejak awal tahun (year to date/ytd) terhadap rupiah. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan dolar AS terhadap rupiah berada di rentang Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS.


















