Belanja kebutuhan sehari-hari mungkin akan terasa semakin berat dalam waktu dekat. Ketika konflik geopolitik memanas di berbagai belahan dunia, dampaknya tidak hanya terasa di sektor politik dan keamanan, tetapi juga merambat ke rantai pasok global. Akibatnya, harga berbagai kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan yang signifikan. Produk-produk yang sebelumnya dianggap “aman” dan mudah dijangkau kini berpotensi memicu sticker shock saat berada di rak supermarket.
Kondisi ini terutama memengaruhi sektor makanan dan minuman yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Gangguan di jalur distribusi, penutupan pelabuhan, hingga keterlambatan pengiriman membuat pasokan menjadi terbatas dalam waktu singkat. Situasi tersebut kemudian memicu lonjakan harga pada sejumlah bahan pangan utama yang digunakan masyarakat setiap hari.
Menurut Jon Bahl, CEO Linnworks yang berpengalaman dalam strategi produk dan operasional perdagangan, ketegangan geopolitik di wilayah perdagangan penting hampir selalu menciptakan efek domino terhadap rantai pasok global, khususnya pada industri seperti makanan, minuman, retail, hingga fashion yang bergantung pada sumber internasional dan sistem inventaris yang ketat.
Sementara itu, Arjan Singh, founder dan managing partner Corporate War Games, menjelaskan bahwa ketika pelabuhan ditutup atau distribusi barang tertunda, pasokan global dapat langsung menyusut dalam waktu singkat. Hal inilah yang kemudian menyebabkan harga berbagai bahan pokok melonjak dengan cepat.
