Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kunjungan Wisman Tembus 6,07 Juta per Mei 2026, Tertinggi sejak 2020
Wisatawan mancanegara berkunjung ke Desa Wisata Adat Sade Lombok Tengah, Jumat (23/5/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • BPS mencatat 6,07 juta kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari–Mei 2026, naik 7,68 persen dari tahun sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
  • Wisman terbanyak berasal dari Malaysia, Australia, dan Singapura; Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali masih jadi pintu masuk utama bagi wisatawan mancanegara.
  • Perjalanan wisatawan nusantara mencapai 523,22 juta pada Januari–Mei 2026, tumbuh 2,86 persen dibandingkan tahun lalu dan menunjukkan mobilitas domestik tetap kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 6,07 juta kunjungan sepanjang Januari–Mei 2026. Angka tersebut tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama 2025.

“Capaian kunjungan wisman Januari sampai dengan Mei 2026 ini merupakan yang tertinggi sejak 2020,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

1. Limbah kertas diubah jadi paving block

Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (WNA) pengguna Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari hingga Oktober 2025. (Dok. PT KCIC)

Lebih rinci, pada Mei 2026, kunjungan wisman melalui pintu masuk utama tercatat 1,19 juta kunjungan, sementara melalui pintu perbatasan sebanyak 188.535 kunjungan. Dengan demikian, total kunjungan wisman pada Mei mencapai 1,38 juta kunjungan, naik 10,69 persen secara bulanan dan tumbuh 5,83 persen secara tahunan.

Berdasarkan kebangsaan, wisman terbanyak berasal dari Malaysia dengan porsi 21,58 persen, disusul Australia 11,22 persen, dan Singapura 9,89 persen. Kenaikan kunjungan terutama terjadi pada wisatawan asal Malaysia dan Singapura secara bulanan maupun tahunan, sementara wisatawan asal Australia meningkat secara tahunan (year on year/yoy).

BPS mencatat jumlah wisatawan pemegang paspor Malaysia dan Singapura meningkat baik secara bulanan maupun tahunan. Sementara itu, kunjungan wisatawan asal Australia masih tumbuh dibandingkan Mei 2025, meski mengalami penurunan dibandingkan April 2026.

Dilihat dari pintu masuk utama, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, masih menjadi gerbang utama kedatangan wisatawan mancanegara. Sebagian besar wisman yang masuk melalui bandara tersebut merupakan wisatawan pemegang paspor Australia.

2. Jumlah wisatawan nusantara ke luar negeri turun 14,49 persen

ilustrasi wisatawan sedang berinteraksi dengan warga lokal (pexels.com/BINDURAJ BALACHANDRAN)

Di sisi lain, BPS juga mencatat jumlah perjalanan warga negara Indonesia (Wisnus) ke luar negeri pada Mei 2026 sebanyak 550.382 perjalanan. Angka tersebut turun 14,49 persen dibandingkan April 2026 dan melemah 6,05 persen secara tahunan.

"Penurunan ini dipengaruhi antara lain oleh kenaikan harga tiket pesawat akibat naiknya harga avtur serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara tujuan utama," ujarnya.

3. Kumulatif perjalanan wisatawan nusantara Januari-Mei capai 532,22 juta perjalanan

ilustrasi aktivitas wisatawan di desa Wae Rebo (wikimedia commons/AdhyTjah)

Di sisi lain, jumlah perjalanan Wisnus pada Mei 2026 mencapai 106,16 juta perjalanan. Angka tersebut naik 8,83 persen dibandingkan April 2026 (month to month/mtm) dan meningkat 8,69 persen dibandingkan Mei 2025 (yoy).

Secara kumulatif, jumlah perjalanan Wisnus sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan, atau tumbuh 2,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Capaian perjalanan Wisnus Januari sampai dengan Mei 2026 merupakan yang tertinggi sejak tahun 2021," ujar Ateng.

Menurut BPS, kenaikan perjalanan wisatawan domestik menunjukkan mobilitas masyarakat masih terjaga di tengah berbagai dinamika ekonomi. Tren tersebut juga menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Editorial Team

Related Article