Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Said Iqbal Minta Danantara Selamatkan Pabrik Kertas yang Rugi

Said Iqbal Minta Danantara Selamatkan Pabrik Kertas yang Rugi
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal menemui COO Danantara, Dony Oskaria di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/7/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Said Iqbal meminta Danantara membantu menyelamatkan perusahaan manufaktur yang terancam bangkrut agar ribuan pekerja tidak kehilangan pekerjaan akibat PHK massal.
  • Ia menyoroti PT Pakerin yang tengah kesulitan keuangan dan mendorong Danantara bersama Himbara memberikan suntikan dana untuk memulihkan operasional perusahaan tersebut.
  • Said Iqbal juga menyinggung nasib 2.400 pekerja PT Freeport Indonesia yang belum menerima pesangon sejak 2017 dan meminta Danantara memanggil pihak Freeport guna mencari solusi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal menemui COO Danantara, Dony Oskaria di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Saiq Iqbal meminta Danantara bisa berperan menyelamatkan perusahaan di sektor manufaktur yang menghadapi ancaman gulung tikar dan harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Dia meminta Danantara bisa mencegah ribuan karyawan kehilangan pekerjaan.

“Sebenarnya perusahaannya sehat, bisa jalan lagi. Tetapi karena faktor, misal modal kerjanya tergerus, misal karena ada faktor keuangan yang kurang modal kerjanya, ada permintaan barang yang meningkat. Ada juga mungkin perusahaan yang tidak sanggup lagi, bisa saja diambil alih oleh Danantara,” kata Said Iqbal.

1. Minta Himbara suntik dana ke PT Pakerin

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Dia bahkan menyebutkan perusahaan yang tengah menghadapi persoalan keuangan, yakni PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur. Perusahaan itu bergerak di bisnis produksi kertas industri dan senyawa kimia organik.

Said Iqbal meminta agar Danantara melalui Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) bisa menyuntikkan dana ke PT Pakerin, sehingga perusahaan bisa beroperasi dengan baik lagi, dan mencegah adanya PHK massal.

“Danantara nanti akan memeriksa kesehatan perusahaan Pakerin, akan mendorong Bank Himbara memberikan dana pinjaman. Dengan jaminan, sisa aset yang bagus di LPS tadi ada sekitar Rp600 miliar. Sedangkan modal kerjanya Rp400 miliar. Jadi kita berterima kasih bisa menyelamatkan nanti perekrutan baru, baik yang sudah ter-PHK atau karyawan baru,” ucap Said Iqbal.

2. Butuh dibangunnya ekosistem

Ilustrasi bisnis (Unsplash/Homajob)
Ilustrasi bisnis (Unsplash/Homajob)

Selain PT Pakerin, Said Iqbal juga menyinggung kesiapan Danantara membantu PT Granitoguna Building Ceramics, produsen ubin dan keramik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Meski begitu, Danantara disebut akan memberikan bantuan agar perusahaan bangkit kembali, jika ekosistem juga diperbaiki. Sehingga, perusahaan yang dipulihkan itu dapat memiliki pasar untuk menjual produknya.

“Prinsipnya, kata Satgas PHK, Dananantara siap. Sepanjang sekali lagi, semua bantuan dari dan antara, visibel ya, ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi, pasar bisa menerima produk mereka. Misalnya kayak Granito mau dihidupin lagi, masih laku enggak?” tutur dia.

3. Minta PT Freeport bayarkan pesangon ke buruh yang di-PHK

Penampakan Grasberg Mine milik PT Freeport Indonesia (IDN Times/Wahyu Kurniawan)
Penampakan Grasberg Mine milik PT Freeport Indonesia (IDN Times/Wahyu Kurniawan)

Dalam kesempatan itu, Said Iqbal juga membahas nasib 2.400 pekerja PT Freeport Indonesia yang terdampak PHK pada 2017. Menurutnya, para pekerja tidak mendapatkan hak pesangon hingga saat ini.

Hal itu disebabkan perusahaan mengaku tak melakukan PHK, karena pekerja melakukan mogok kerja ilegal. Sementara, para pekerja mengaku mogok kerja yang dilakukan adalah legal.

Menindaklanjuti hal tersebut, menurut dia Danantara akan memanggil PT Freeport Indonesia untuk mencari solusi.

“Kalau kita berharap bisa bekerja kembali, kalau-lah nanti tidak bisa bekerja kembali, tentu hak-hak buruh harus dibayar, tapi harus persetujuan dari buruh Freeport. Freeport akan dipanggil oleh Pak Dony Oskaria,” ucap dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More