INA Catat Realisasi Investasi Rp74,5 Triliun hingga 2025

- INA mencatat total realisasi investasi Rp74,5 triliun hingga akhir 2025, menunjukkan meningkatnya kredibilitas lembaga dan kepercayaan dari para mitra investasi.
- Mobilisasi investasi asing langsung (FDI) mencapai Rp41,2 triliun, berperan penting sebagai sumber pembiayaan defisit neraca transaksi berjalan dan penggerak ekonomi nasional.
- Tingkat pengembalian investasi INA pada 2025 mencapai 8,1 persen, melampaui rata-rata imbal hasil pasar obligasi domestik.
Jakarta, IDN Times - Indonesia Investment Authority (INA) mencatat akumulasi realisasi investasi bersama para mitra mencapai Rp74,5 triliun hingga pengujung 2025.
Chief Executive Officer (CEO) INA Oki Ramadhana menyebut, capaian tersebut mencerminkan kredibilitas lembaganya serta kepercayaan yang diberikan para mitra investasi dalam mengelola dana.
"Kredibilitas INA dan trust dari para investment partner mampu menghasilkan kinerja investasi yang optimal pada tahun 2025," kata dia dalam media briefing di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
1. Investasi asing yang berhasil dimobilisasi tembus Rp41,2 triliun

Selain realisasi investasi, INA juga membukukan mobilisasi investasi dari mitra global atau foreign direct investment (FDI) sebesar Rp41,2 triliun.
Oki mengatakan, arus FDI memiliki peran penting bagi Indonesia karena dapat menjadi sumber pembiayaan bagi defisit neraca transaksi berjalan. Menurutnya, INA berperan sebagai katalis untuk menarik investasi langsung dari investor global ke Indonesia.
"Mobilisasi investasi dari mitra global, foreign direct investment mencapai Rp41,2 triliun. Bagi saya sebagai mantan ekonom, ini sangat penting," tuturnya.
2. FDI dinilai lebih stabil dibanding investasi portofolio

Oki menjelaskan investasi asing terbagi menjadi dua jenis, yakni investasi portofolio (foreign portfolio investment) dan investasi langsung (foreign direct investment).
Dia menilai investasi portofolio cenderung lebih mudah keluar-masuk pasar. Sementara itu, FDI memiliki karakter yang lebih stabil sehingga penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membantu pembiayaan defisit neraca transaksi berjalan.
"Dan kita di INA memiliki peran yang sangat penting, sangat strategis untuk menarik foreign direct investment ke Indonesia," paparnya.
3. Imbal hasil investasi INA capai 8,1 persen

Selain itu, INA mencatat tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) sebesar 8,1 persen pada 2025. Menurut Oki, capaian tersebut melampaui rata-rata imbal hasil pasar obligasi domestik.
"Perolehan tingkat pengembalian investasi, return on investment yang solid sebesar 8,1 persen, melampaui rata-rata imbal hasil pasar obligasi domestik," kata dia.


















