Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Likuiditas Diperkuat, BI Beli SBN Hampir Rp300 Triliun

3 min read
Likuiditas Diperkuat, BI Beli SBN Hampir Rp300 Triliun
a building with a sign that reads bank indonesia (https://unsplash.com/photos/a-building-with-a-sign-that-reads-bank-indonesia-UNRGXDTBDF8)
  • Bank Indonesia membeli SBN hampir Rp300 triliun di pasar primer dan sekunder untuk memastikan likuiditas sistem keuangan tetap memadai.
  • BI memperpanjang tenor operasi repo dari sekitar satu minggu hingga 12 bulan; total ekspansi likuiditas melalui berbagai instrumen telah melampaui Rp800 triliun.
  • Penambahan likuiditas ditujukan menjaga suku bunga pasar dekat BI-Rate 5,75 persen; IndONIA terakhir berada di 5,71 persen dan imbal hasil SRBI diturunkan menjadi 6,76 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) memborong pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai hampir Rp300 triliun di pasar primer dan sekunder.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BI memastikan kecukupan likuiditas di sistem keuangan, di tengah munculnya perhatian terhadap kondisi likuiditas perbankan.

  1. 1. Pembelian SBN untuk memasok likuiditas

    IMG-20260930-WA0023.jpg
    Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea. (IDN Times/Triyan).

    Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan pembelian SBN merupakan salah satu langkah BI untuk memastikan likuiditas di sistem keuangan tetap berada pada level yang memadai.

    "Kalibrasi SRBI, kemudian operasi ekspansi, pembelian SBN. Ini bagian dari upaya kita pumping likuiditas di pasar," kata Erwin dalam Taklimat Media di Gedung Bank Indonesia, Rabu (30/9/2026).

    Menurut Erwin, total pembelian SBN yang dilakukan BI melalui pasar primer maupun sekunder telah mendekati Rp300 triliun. Pembelian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya BI memasok likuiditas ke sistem keuangan ketika dibutuhkan.

    Pembelian SBN menjadi salah satu instrumen ekspansi likuiditas BI. Selain itu, BI juga menjalankan operasi repo dan foreign exchange (FX) swap untuk menambah likuiditas di pasar.

    "Jadi secara besaran kalibrasi SRBI, kemudian operasi ekspansi, pembelian SBN. Selain itu sebagai bagian dari KSSK kami terus melakukan koordinasi khususnya dengan OJK dan Kementerian Keuangan di dalam memonitor perkembangan likuiditas untuk memastikan agar likuiditas tetap berada pada jumlah yang cukup," ujar Erwin.

  2. 2. BI memperpanjang tenor operasi repo

    Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
    Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)

    Tak hanya itu, BI juga memperpanjang tenor operasi repo. Jika sebelumnya repo umumnya dilakukan dengan tenor sekitar satu minggu, kini BI menyediakan akses likuiditas dengan tenor mulai dari satu minggu hingga 12 bulan.

    Melalui berbagai instrumen tersebut, total ekspansi likuiditas yang dilakukan BI telah mencapai lebih dari Rp800 triliun.

  3. 3. Jaga suku bunga tetap dekat BI-Rate

    ilustrasi 100 dolar AS (pexels.com/Engin Akyurt)
    ilustrasi 100 dolar AS (pexels.com/Engin Akyurt)

    Penambahan likuiditas tersebut juga ditujukan untuk menjaga agar suku bunga di pasar uang bergerak di sekitar tingkat kebijakan BI. Saat ini, BI-Rate berada di level 5,75 persen, sementara IndONIA pada perdagangan terakhir tercatat sekitar 5,71 persen.

    Erwin mengatakan pergerakan IndONIA masih terkendali dan tidak jauh dari BI-Rate. Namun, suku bunga pasar dapat bergerak sedikit lebih tinggi ketika terdapat kebutuhan likuiditas tertentu.

    Kondisi tersebut, misalnya, dapat terjadi ketika ada penyelesaian penerbitan SBN atau kebutuhan penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL).

    "Kadang-kadang kalau ada kebutuhan likuiditas, apakah itu terkait dengan settlement penerbitan SBN pada hari Kamis atau ada kebutuhan penarikan dana SAL yang memang dalam pipeline, sedikit bergerak di atas. Tetapi so far pergerakannya masih cukup terkendali dengan baik," kata Erwin.

    Dengan demikian, pembelian SBN menjadi salah satu instrumen BI untuk menjaga ketersediaan likuiditas sekaligus mendukung stabilitas suku bunga pasar agar tetap berada di sekitar BI-Rate.

    Selain membeli SBN, BI juga melakukan kalibrasi terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Imbal hasil SRBI yang sebelumnya sempat mencapai sekitar 7,74 persen telah diturunkan secara bertahap menjadi sekitar 6,76 persen pada lelang terakhir. Langkah tersebut merupakan bagian dari rangkaian kebijakan BI dalam mengelola likuiditas dan menjaga stabilitas pasar keuangan.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More