Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Memahami Job Shadowing, Cara Cepat Kenali Dunia Kerja
ilustrasi magang (freepik.com/jcomp)
  • Job shadowing adalah kegiatan mengikuti profesional di tempat kerja untuk memahami rutinitas, tanggung jawab, dan budaya perusahaan secara langsung tanpa harus terlibat penuh dalam pekerjaan tersebut.
  • Kegiatan ini membantu peserta mengenali peran kerja, memperluas jaringan, serta menambah pengalaman relevan yang bisa memperkuat CV dan wawancara, meski peluangnya tidak selalu tersedia di papan lowongan.
  • Job shadowing paling efektif dilakukan pada tahap awal karier atau saat mempertimbangkan perubahan jalur pekerjaan agar peserta dapat menentukan arah profesi yang sesuai dengan minat dan tujuan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pencarian kerja dinilai bisa terasa menyenangkan karena banyaknya pilihan karier yang tersedia, namun di sisi lain juga kerap membingungkan.

Dalam situasi tersebut, job shadowing disebut menjadi salah satu cara membantu memahami gambaran pekerjaan sebelum benar-benar terjun ke dalamnya.

Job shadowing dijelaskan sebagai kegiatan mengikuti seseorang saat bekerja guna melihat langsung bagaimana rutinitas harian dalam suatu peran. Cara ini dinilai relatif cepat untuk mempelajari karier, memperluas jaringan, serta menambah pengalaman yang bisa dicantumkan dalam CV.

Meski begitu, dilansir The Forage, peluang job shadowing umumnya tidak tersedia secara khusus di papan lowongan kerja sehingga diperlukan upaya lebih strategis untuk mendapatkannya.

1. Definisi job shadowing

ilustrasi magang (freepik.com/pressfoto)

Job shadowing merupakan aktivitas mengamati langsung keseharian seseorang dalam pekerjaannya. Melalui kegiatan ini, seseorang dapat melihat bagaimana tugas-tugas diselesaikan, mengikuti berbagai rapat, hingga memahami alur kerja secara keseluruhan.

Dalam praktiknya, peserta job shadowing dapat mengamati penggunaan perangkat lunak atau teknologi tertentu, menghadiri rapat klien maupun tim, membantu tugas administratif ringan, hingga meninjau proyek atau dokumen kerja.

Selain itu, kegiatan ini juga memungkinkan untuk mengajukan pertanyaan terkait karier, membangun relasi dengan karyawan lain, serta mencatat berbagai hal penting yang ditemukan selama proses berlangsung.

2. Apakah job shadowing layak?

ilustrasi anak magang (freepik.com/DC Studio)

Meski tidak sedalam pengalaman kerja langsung lainnya, job shadowing tetap dinilai memberikan sejumlah manfaat. Salah satunya adalah kemudahan dalam memahami suatu peran tanpa membutuhkan keterlibatan yang terlalu besar.

Melalui kegiatan ini, seseorang dapat mempelajari tanggung jawab harian suatu pekerjaan, memahami penggunaan alat atau software tertentu, serta mengetahui bagaimana dinamika rapat berlangsung.

Selain itu, job shadowing juga membantu mengenali budaya perusahaan, mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan, memperluas jaringan profesional, hingga menambah pengalaman yang relevan untuk wawancara maupun CV.

Senior Vice President komunitas dan program mitra di Rewriting the Code, Jade Barricelli menyampaikan pengalaman job shadowing sempat mengubah arah kariernya. Dia mengaku awalnya yakin berada di jalur yang tepat saat menempuh pendidikan pascasarjana.

Namun saran dari mentor untuk mencoba job shadowing membuatnya menyadari bahwa profesi yang diincar tidak sesuai dengan bayangannya. Pengalaman tersebut kemudian membantunya menghindari pilihan yang kurang tepat dan mengarahkannya pada jalur karier yang lebih sesuai.

3. Kapan sebaiknya melakukan job shadowing?

ilustrasi anak magang (freepik.com/pressfoto)

Disebutkan tidak ada waktu khusus yang dianggap paling benar untuk melakukan job shadowing. Beberapa orang bahkan melakukannya saat sudah berada di tengah karier, terutama ketika mempertimbangkan perubahan jalur atau peran pekerjaan.

Namun demikian, kegiatan ini umumnya dinilai paling efektif dilakukan pada tahap awal pencarian kerja. Dengan lingkungan yang relatif cepat dan minim tekanan, job shadowing dapat membantu memahami suatu peran sebelum melamar pekerjaan entry-level.

Pengalaman ini juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sejak tahun pertama atau kedua untuk menentukan pilihan magang sekaligus memperkuat lamaran mereka.

4. Di mana sebaiknya melakukan job shadowing?

ilustrasi mentor memberi feedback ke peserta magang (freepik.com/pressfoto)

Penentuan tempat job shadowing disebut perlu mempertimbangkan dua hal utama, yakni jenis peran dan jenis perusahaan yang diminati. Perbedaan karakter perusahaan dapat memengaruhi aktivitas harian dalam pekerjaan yang sama.

Sebagai contoh, peran analis data di perusahaan pemasaran kecil dapat memiliki rutinitas berbeda dibandingkan di perusahaan teknologi besar. Dengan mempertimbangkan kedua aspek tersebut, seseorang dapat menemukan pengalaman job shadowing yang lebih sesuai dengan minat eksplorasinya.

Bagi yang masih belum menentukan pilihan, tersedia pula simulasi pekerjaan seperti yang disediakan oleh Forage untuk membantu mengenali suatu peran sebelum mencoba job shadowing secara langsung.

Editorial Team