Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Strategi VinFast di Media Sosial Tak Sekedar Kejar Viral

Strategi VinFast di Media Sosial Tak Sekedar Kejar Viral
Chief Marketing Officer at VinFast, Astrid Ariani Wijana dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Astrid Ariani Wijana menegaskan bahwa setiap konten VinFast harus dipertimbangkan matang, tidak hanya mengejar kecepatan publikasi tetapi juga dampak dan respons audiens di media sosial.
  • VinFast memilih tren yang relevan dengan karakter brand, memastikan konten tidak sekadar hiburan namun juga memiliki nilai edukatif serta menjaga identitas perusahaan di tengah arus digital.
  • Astrid menilai viralitas bukan tujuan utama; keseimbangan antara konten menarik dan edukatif lebih penting agar pesan brand tetap positif dan berdampak baik bagi audiens.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Chief Marketing Officer VinFast Indonesia, Astrid Ariani Wijana, menilai, setiap konten yang dipublikasikan oleh sebuah brand perlu melalui pertimbangan yang matang. Menurut dia, perusahaan tidak hanya memikirkan kecepatan dalam membagikan konten, tetapi juga dampak serta respons yang akan diterima dari audiens.

Dia mengatakan, aktivitas pemasaran saat ini banyak melibatkan media sosial dan kolaborasi dengan content creator. Namun, keinginan untuk mengikuti tren demi mendapatkan eksposur yang lebih luas tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam pembuatan konten.

"Sebenarnya apa pun yang kami share itu memang harus benar-benar dipikirkan dampak dan juga apa yang akan diterima ketika audiens melihat kontennya," kata dia dalam Indonesia Summit 2026 dengan topik The New Influence: What Shapes Millennial and Gen Z Lifestyles in Digital Era di Jakarta, pada Rabu (17/6/2026).

Astrid mengatakan, brand perlu menentukan tren mana yang layak diikuti dan mana yang tidak. Hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menghadirkan konten yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memiliki nilai edukasi serta tetap selaras dengan karakter dan identitas brand.

"Jadi memang perlu waktu dan tentunya akan selalu dilihat plus minusnya ketika kita meng-create sebuah konten karena memang itu bukan cuma sebagai faktor hiburan, tapi kalau dari sisi kami yang brand tentunya ada faktor edukasinya juga di situ," ujar dia.

Terkait dorongan untuk menciptakan konten viral, Astrid menilai hal semacam itu tidak selalu memberikan dampak positif. Namun, dia menyadari para pemasar umumnya menghadapi tuntutan yang sama dari manajemen untuk menghasilkan konten yang viral.

Sebagai contoh, dia menyinggung tren konten yang membandingkan tim public relations (PR) dengan tim media sosial yang sempat ramai di media sosial. Menurut dia, kedua fungsi tersebut berada dalam ekosistem yang berbeda dan memiliki cara penyampaian pesan yang tidak sama sehingga tidak bisa disamakan begitu saja.

Astrid menilai, tren tersebut kemudian diikuti oleh banyak brand hingga menimbulkan kesan bahwa perbedaan antara tim PR dan media sosial hanya terletak pada gaya komunikasi yang digunakan. Padahal, menurut dia, kondisi di lapangan tidak sesederhana itu.

"Padahal sebenarnya kalau lihat dari konteks itu, PR dan social media adalah dua ekosistem yang berbeda," kata Astrid.

Oleh karena itu, dia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara konten yang menarik perhatian dan konten yang tetap memberikan edukasi kepada audiens. Menurut Astrid, viralitas tetap dapat menjadi tujuan, namun yang lebih penting adalah memastikan konten tersebut memberikan dampak yang baik dan relevan bagi brand.

"Jadi kalau dari sisi saya sebagai marketer, terutama ketika kami juga berada di posisi harus melakukan edukasi sekaligus juga harus melakukan konten yang engaging tapi tetap mendidik, tentunya hal tersebut adalah salah satu yang dijagain lah. Viral boleh tapi mending viral yang baik sih, dan viral yang tepat," ujar dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More