Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri Ekraf Pede Investasi Ekraf Lampaui Target Rp146 Triliun
ilustrasi investasi (Pexels.com/nattanan23)
  • Realisasi investasi ekonomi kreatif mencapai Rp61,33 triliun pada kuartal I-2026, atau 47 persen dari target tahunan Rp146,46 triliun.

  • Pada 2025, investasi ekonomi kreatif mencapai Rp183,01 triliun, melampaui target Rp136 triliun dengan realisasi 134 persen.

  • Sektor ekonomi kreatif berkontribusi terhadap ekspor nonmigas, tenaga kerja, dan PDB nasional, sementara WCCE membahas agenda global sektor tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2018

WCCE pertama kali digelar di Bali saat Triawan Munaf menjabat Kepala Badan Ekonomi Kreatif.

2021

WCCE berlanjut di Dubai.

2022

WCCE kembali digelar di Bali.

2024

WCCE digelar di Tashkent, Uzbekistan.

2025

Investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp183,01 triliun atau 134 persen dari target Rp136 triliun.

kuartal I-2026

Realisasi investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp61,33 triliun atau 47 persen dari target tahunan Rp146,46 triliun.

Kamis (22/10/2026)

Teuku Riefky Harsya menyampaikan potensi investasi ekonomi kreatif melampaui target di sela forum WCCE.

WCCE 2026

Pemerintah menyiapkan dokumen Jakarta Vision melalui pertemuan dan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Realisasi investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp61,33 triliun pada kuartal I-2026 dan berpotensi melampaui target tahunan.
  • Who?
    Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan perkembangan investasi, ekspor, dan tenaga kerja sektor ekonomi kreatif.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di sela forum WCCE. WCCE 2026 diselenggarakan di Jakarta.
  • When?
    Hingga kuartal I-2026, dengan pernyataan disampaikan pada Kamis (22/10/2026).
  • Why?
    Realisasi investasi menjadi gambaran perkembangan sektor ekonomi kreatif, yang juga dipantau melalui perkembangan ekspor dan tenaga kerja.
  • How?
    Realisasi investasi mencapai 47 persen dari target tahunan sebesar Rp146,46 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Investasi di bidang ekonomi kreatif sudah mencapai Rp61,33 triliun sampai tiga bulan pertama 2026. Menteri Teuku Riefky Harsya bilang jumlahnya mungkin melewati target setahun. Bidang ini juga membantu ekspor dan pekerjaan. Pemerintah sedang membahas ekonomi kreatif bersama banyak orang lewat WCCE di Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Capaian investasi pada kuartal pertama menunjukkan sektor ekonomi kreatif memiliki realisasi yang cukup besar dibandingkan target tahunannya. Kontribusi terhadap ekspor nonmigas, penyerapan tenaga kerja, dan PDB juga memperlihatkan peran sektor ini dalam perekonomian. Forum WCCE turut menyediakan ruang pembahasan internasional dan menghasilkan dokumen terkait ekonomi kreatif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyebut realisasi investasi sektor ekonomi kreatif berpotensi kembali melampaui target pada 2026. Hingga kuartal I-2026, realisasi investasi mencapai Rp61,33 triliun atau 47 persen dari target tahunan sebesar Rp146,46 triliun.

Riefky menyampaikan, capaian pada tiga bulan pertama tahun ini menjadi gambaran perkembangan investasi sektor ekonomi kreatif. Selain investasi, pemerintah juga memantau perkembangan ekspor dan tenaga kerja di sektor tersebut.

"Capaiannya di kuartal pertama sudah 47 persen. Jadi kelihatannya tahun ini juga akan melampaui target," katanya di sela forum WCCE, Kamis (22/10/2026).

1. Investasi ekonomi kreatif lampaui target pada 2025

ilustrasi investasi (magnific.com/rawpixel.com)

Pada 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menargetkan investasi sektor ekonomi kreatif sebesar Rp136 triliun. Realisasinya mencapai Rp183,01 triliun atau 134 persen dari target.

Penghitungan investasi tersebut mencakup 238 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang berkaitan dengan sektor ekonomi kreatif.

Dari total realisasi investasi nasional pada 2025, sekitar 9,5 persen masuk ke sektor ekonomi kreatif. Perhitungan tersebut mengacu pada investasi yang telah terealisasi, bukan sebatas nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

"Itu hal yang faktanya kita bisa lihat bagaimana pertumbuhan investasi di Indonesia hari ini tahun 2025, 9,5 persen investasi yang masuk ke Indonesia adalah ke sektor ekonomi kreatif," paparnya.

2. Ekonomi kreatif sumbang 12 persen ekspor nonmigas

ilustrasi ekspor (IDN Times/Aditya Pratama)

Dia menyampaikan sektor ekonomi kreatif berkontribusi 12 persen terhadap ekspor nonmigas Indonesia. Sektor tersebut juga menyerap 27,4 juta tenaga kerja, dengan 63 persen di antaranya merupakan generasi Z dan milenial, serta 58 persen perempuan.

"Artinya ini dapat inklusif. Inklusif sektor ekraf ini dan kontribusi terhadap PDB (produk domestik bruto) nasional juga sudah 7,38 persen," kata dia.

3. WCCE jadi forum perjuangan ekonomi kreatif global

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya buka WCCE 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Riefky menjelaskan, kebutuhan untuk membahas persoalan ekonomi kreatif secara internasional menjadi salah satu alasan penyelenggaraan WCCE. Forum tersebut pertama kali digelar di Bali pada 2018, saat Triawan Munaf menjabat Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Indonesia menginisiasi forum tersebut bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Setelah penyelenggaraan pertama di Bali, WCCE berlanjut di Dubai pada 2021, kembali ke Bali pada 2022, lalu digelar di Tashkent, Uzbekistan pada 2024.

Riefky mengatakan, penyelenggaraan WCCE juga menghasilkan dokumen yang kemudian dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, dokumen hasil forum tersebut telah berkontribusi terhadap pembahasan ekonomi kreatif dalam agenda PBB.

Pada WCCE 2026 di Jakarta, pemerintah menyiapkan dokumen bernama Jakarta Vision. Dokumen tersebut dibahas melalui serangkaian pertemuan dan konsultasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, pemerintah, asosiasi, serta pelaku ekonomi kreatif.

"Hasil kesepakatan mereka sore inilah yang akan disahkan dalam bilateral meeting yang diikuti oleh 38 delegasi Head of Delegation siang ini, setelah makan siang untuk kita sahkan menjadi sebuah dokumen yang namanya Jakarta Vision," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article