Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa KFC Beralih ke Coca-Cola setelah 40 Tahun Setia dengan Pepsi?

5 min read
Mengapa KFC Beralih ke Coca-Cola setelah 40 Tahun Setia dengan Pepsi?
ilustrasi KFC, fast food, gerai makanan cepat saji, ayam goreng (unsplash.com/Zyoung Hsiung)
  • KFC AS mengakhiri kemitraan minuman dengan PepsiCo yang berlangsung sejak 1986 dan beralih ke Coca-Cola, meski Pepsi tetap bermitra dengan Yum Brands serta pasar internasional.

  • Peralihan ini menjadi bagian strategi KFC untuk menarik kembali pelanggan di tengah persaingan dengan Chick-fil-A dan Popeyes, melalui inovasi serta pilihan minuman yang lebih beragam.

  • Produk Coca-Cola ditargetkan tersedia di seluruh restoran KFC Amerika Serikat pada akhir kuartal pertama 2027, lewat proses transisi bertahap di jaringan nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama puluhan tahun, pelanggan KFC di Amerika Serikat sudah akrab dengan minuman Pepsi sebagai pendamping ayam goreng favorit mereka. Namun, kebiasaan tersebut bakal berubah karena KFC memutuskan beralih ke Coca-Cola setelah menjalin hubungan panjang dengan PepsiCo sejak 1986.

Keputusan ini menarik perhatian karena pergantian pemasok minuman bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh jaringan restoran besar. Langkah tersebut juga muncul ketika KFC sedang berusaha menarik kembali pelanggan yang mulai beralih ke restoran pesaing.

Lantas, apa alasan di balik keputusan ini dan bagaimana dampaknya terhadap strategi bisnis KFC? Yuk, simak lima hal penting yang perlu kamu ketahui berikut ini.

  1. 1. KFC mengakhiri kemitraan minuman yang sudah berlangsung puluhan tahun

    ilustrasi Pepsi, minuman soda, minuman bersoda, minuman karbonasi, minuman manis, soft drink
    ilustrasi Pepsi, minuman soda, minuman bersoda, minuman karbonasi, minuman manis, soft drink (unsplash.com/NIKHIL)

    KFC di Amerika Serikat berencana mengganti PepsiCo dengan Coca-Cola sebagai pemasok minumannya. Keputusan ini menandai berakhirnya hubungan yang telah berlangsung selama sekitar empat dekade sejak Pepsi mengakuisisi KFC pada 1986. Sejak saat itu, restoran KFC di AS terus menyajikan produk Pepsi, meskipun kepemilikan perusahaan kemudian mengalami perubahan. Rencana peralihan ini menjadi salah satu perubahan penting dalam strategi bisnis jaringan restoran ayam goreng tersebut.

    Menariknya, hubungan KFC dengan Pepsi gak lagi berkaitan langsung dengan kepemilikan perusahaan seperti pada masa lalu. Pepsi kemudian memisahkan KFC, Pizza Hut, dan Taco Bell dari bisnisnya, lalu ketiganya berada di bawah Yum Brands. Meski demikian, KFC tetap mempertahankan Pepsi sebagai mitra minuman di restoran-restoran AS selama puluhan tahun. Sementara itu, beberapa pasar internasional KFC sudah menyajikan produk Coca-Cola, sehingga perubahan kali ini secara khusus menyasar jaringan restoran KFC di Amerika Serikat.

  2. 2. KFC ingin menarik kembali pelanggan yang beralih ke pesaing

    ilustrasi fast food, makanan cepat saji, burger, Coca-Cola, french fries, kentang goreng, minuman soda
    ilustrasi fast food, makanan cepat saji, burger, Coca-Cola, french fries, kentang goreng, minuman soda (pexels.com/Mirko Fabian)

    Salah satu alasan penting di balik perubahan ini adalah keinginan KFC untuk memenangkan kembali pelanggan di Amerika Serikat. Persaingan bisnis restoran cepat saji di negara tersebut semakin ketat, dengan nama-nama seperti Chick-fil-A dan Popeyes menjadi pesaing yang perlu diperhitungkan. Ketika pelanggan mulai memilih restoran lain, KFC perlu mencari cara untuk membuat mereka tertarik kembali. Pergantian pemasok minuman pun menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperbarui pengalaman pelanggan.

    Presiden KFC AS, Catherine Tan-Gillespie, menjelaskan bahwa kerja sama baru dengan Coca-Cola akan membuka peluang untuk menghadirkan inovasi minuman, menyesuaikan diri dengan perubahan selera pelanggan, serta memberikan lebih banyak alasan bagi mereka untuk memilih KFC. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa strategi perusahaan gak berhenti pada pergantian merek minuman saja. KFC juga ingin menciptakan pengalaman bersantap yang lebih menarik agar pelanggan memiliki alasan tambahan untuk kembali. Dengan begitu, minuman bisa menjadi salah satu faktor pendukung dalam upaya memperkuat daya saing restoran.

  3. 3. Minuman menjadi senjata baru untuk bersaing di bisnis restoran cepat saji

    ilustrasi strawberry milkshake, minuman manis
    ilustrasi strawberry milkshake, minuman manis (pexels.com/Eden FC)

    Kalau kamu menganggap minuman hanya sebagai pelengkap makanan, perusahaan restoran cepat saji justru melihatnya sebagai peluang bisnis yang penting. Banyak jaringan restoran mulai memperluas pilihan minuman untuk menarik perhatian pelanggan, termasuk melalui minuman dengan rasa dan tampilan yang lebih beragam. McDonald's dan Taco Bell, misalnya, telah memperluas penawaran minuman mereka dengan produk seperti refreshers dan dirty soda. Tren ini memperlihatkan bahwa inovasi minuman bisa menjadi salah satu cara untuk membuat sebuah restoran lebih menonjol di tengah persaingan.

    KFC sendiri sudah mulai bereksperimen dengan pilihan minuman baru melalui restoran inovasinya, Open House, yang berlokasi di McKinney, Texas. Di tempat tersebut, perusahaan memperkenalkan sejumlah produk, termasuk kopi dingin dan milkshake. Kerja sama dengan Coca-Cola diharapkan memberikan ruang bagi KFC untuk mengembangkan penawaran minuman yang lebih beragam. Jika inovasi tersebut sesuai dengan selera pelanggan, pilihan minuman baru berpotensi membantu KFC meningkatkan daya tarik produknya.

  4. 4. Coca-Cola dan Pepsi terus berebut mitra restoran besar

    ilustrasi burger, restoran fast food McDonald’s
    ilustrasi burger, restoran fast food McDonald’s (pexels.com/Luis Rosero)

    Persaingan Coca-Cola dan PepsiCo sebenarnya sudah berlangsung selama puluhan tahun, termasuk dalam upaya menjalin kerja sama dengan jaringan restoran besar. Kemitraan semacam ini memiliki nilai strategis karena memberikan peluang penjualan dalam jumlah besar sekaligus meningkatkan visibilitas merek minuman di hadapan konsumen. Ketika sebuah restoran terkenal memilih satu merek minuman, keputusan tersebut dapat memengaruhi kebiasaan pelanggan yang datang setiap hari. Itulah sebabnya, pergantian pemasok di jaringan restoran besar bisa menjadi langkah bisnis yang cukup berarti bagi kedua perusahaan.

    Perubahan kerja sama KFC juga bukan kejadian pertama dalam persaingan tersebut. Pada 2024, Subway memilih PepsiCo sebagai mitra minuman di Amerika Serikat setelah sebelumnya bekerja sama dengan Coca-Cola. Di sisi lain, Coca-Cola juga berhasil menjalin kerja sama dengan sejumlah pelanggan Pepsi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Culver's, Arby's, dan Panda Express. Pergantian mitra seperti ini menunjukkan bahwa hubungan bisnis antara produsen minuman dan restoran dapat berubah mengikuti strategi masing-masing perusahaan.

  5. 5. Produk Coca-Cola ditargetkan hadir di seluruh KFC AS pada 2027

    ilustrasi Coca-Cola, minuman soda, minuman bersoda, minuman karbonasi, minuman manis, soft drink
    ilustrasi Coca-Cola, minuman soda, minuman bersoda, minuman karbonasi, minuman manis, soft drink (unsplash.com/Mahbod Akhzami)

    KFC menargetkan seluruh restoran mereka di Amerika Serikat sudah menyajikan minuman Coca-Cola pada akhir kuartal pertama 2027. Artinya, proses peralihan tersebut direncanakan berlangsung bertahap hingga mencakup seluruh jaringan restoran di negara itu. Meski demikian, perubahan ini bukan berarti PepsiCo langsung kehilangan semua hubungan bisnisnya dengan Yum Brands. Tan-Gillespie menegaskan bahwa Pepsi tetap menjadi mitra penting bagi perusahaan induk KFC dan pasar internasional jaringan restoran tersebut.

    Bagi Coca-Cola, kerja sama ini menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan produknya melalui jaringan restoran yang sudah dikenal luas. Sementara itu, KFC memiliki peluang untuk mengembangkan menu minuman dan menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Keberhasilan strategi ini nantinya akan bergantung pada kemampuan perusahaan dalam menawarkan produk yang menarik sekaligus meningkatkan minat konsumen untuk kembali. Jadi, pergantian pemasok minuman ini bukan sekadar perubahan merek di mesin minuman, melainkan bagian dari upaya KFC untuk memperkuat posisinya di pasar restoran cepat saji.

    Keputusan KFC beralih dari PepsiCo ke Coca-Cola setelah sekitar 40 tahun menunjukkan bahwa kemitraan bisnis yang sudah berlangsung lama tetap bisa berubah ketika perusahaan memiliki strategi baru. KFC ingin menarik kembali pelanggan, memperluas inovasi minuman, dan menghadapi persaingan yang semakin ketat di Amerika Serikat.

    Di sisi lain, Coca-Cola mendapatkan peluang untuk memperkuat kehadirannya di jaringan restoran besar, sementara Pepsi tetap memiliki hubungan bisnis dengan Yum Brands di pasar lain. Menarik untuk melihat apakah perubahan ini benar-benar mampu membantu KFC memenangkan kembali hati pelanggan pada 2027 mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More