Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

47 Tahun KFC di Indonesia Kini Hadir dengan Konsep QXR, Apa Itu?

6 min read
47 Tahun KFC di Indonesia Kini Hadir dengan Konsep QXR, Apa Itu?
Konferensi pers HUT ke-47 KFC Indonesia, Selasa (29/9/2026) di KFC Taman Melawai, Jakarta Selatan (IDN Times/Asri Muspita Sari)
  • KFC Indonesia memasuki usia ke-47 pada 2026, dengan 683 gerai di 181 kota dan 34 provinsi sejak membuka gerai pertamanya di Melawai, Jakarta, pada 1979.

  • KFC bertransformasi dari Quick Service Restaurant menjadi Quick Experience Restaurant (QXR), menempatkan pengalaman pelanggan sebagai fokus selain kecepatan layanan dan cita rasa original.

  • Transformasi QXR dijalankan lewat modernisasi pengalaman digital-humanis, tampilan gerai bernuansa lokal, menu lebih praktis dan variatif, serta komunikasi social-first yang menyasar konsumen usia 14-22 tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Siapa di sini yang punya kenangan makan KFC sejak kecil? Entah itu diajak orangtua makan setelah jalan-jalan, merayakan ulang tahun bareng teman, atau sekadar mampir membeli ayam goreng favorit sepulang sekolah.

Gak terasa, di tahun 2026 ini KFC Indonesia resmi menginjak usia ke-47 tahun! Nah, di momen ulang tahunnya ini, KFC justru melakukan transformasi besar-besaran lewat transformasi dari Quick Service Restaurant (QSR) menjadi Quick Experience Restaurant (QXR). Konsep ini diperkenalkan dalam konferensi pers pada Selasa, (29/9/2026). 

Penasaran seperti apa konsep baru tersebut? Yuk, scroll down untuk simak selengkapnya!

  1. 1. 47 Tahun Tumbuh Bersama Indonesia

    AKS05301.jpg
    Wachjudi Martono, Direktur V KFC Indonesia di acara konferensi pers HUT ke-47 KFC Indonesia, Selasa (29/9/2026) di KFC Taman Melawai, Jakarta Selatan (Dok. KFC Indonesia)

    Perjalanan KFC di Indonesia dimulai pada 1979 dengan dibukanya gerai pertama di Melawai, Jakarta. Sejak saat itu, KFC terus berkembang mengikuti pertumbuhan masyarakat dan perubahan zaman.

    Hingga 2026, KFC Indonesia telah memiliki 683 gerai yang beroperasi di 181 kota di 34 provinsi. Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan perubahan demografi, gaya hidup, hingga cara masyarakat menikmati makanan.

    “Selama 47 tahun, KFC telah menjadi bagian dari berbagai momen masyarakat Indonesia. Memasuki usia ke-47, kami melihat ini sebagai momentum untuk terus berkembang bersama konsumen. Modernisasi bukan berarti meninggalkan apa yang telah menjadi kekuatan KFC, tetapi membawa pengalaman KFC ke tahap berikutnya tanpa kehilangan cita rasa original yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami,” ujar Wachjudi Martono, Direktur V KFC Indonesia.

  2. 2. Dari Quick Service Restaurant jadi Quick Experience Restaurant

    WhatsApp Image 2026-09-29 at 17.05.23.jpeg
    Dio May Avico, Direktur VII KFC Indonesia di acara konferensi pers HUT ke-47 KFC Indonesia, Selasa (29/9/2026) di KFC Taman Melawai, Jakarta Selatan (IDN Times/Asri Muspita Sari)

    Memasuki usia ke-47, tantangannya pun ikut berubah. Cara masyarakat makan, berkomunikasi, mencari informasi, hingga berinteraksi dengan sebuah brand kini jauh berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu. 

    Dio May Avico, Direktur VII KFC Indonesia, mengatakan perubahan tersebut menjadi salah satu alasan KFC perlu terus beradaptasi. Selama ini, konsep QSR identik dengan layanan restoran yang mengutamakan kecepatan. Namun, kebutuhan konsumen saat ini tidak berhenti pada seberapa cepat makanan disajikan.

    Oleh sebab itu, KFC memperkenalkan konsep Quick Experience Restaurant (QXR). Perubahan dari huruf "S" menjadi "X" tersebut menjadi simbol bahwa pengalaman pelanggan kini menjadi bagian penting dari perjalanan KFC.

    “Dulu kami hanya berfokus pada quick. Tapi sekarang kami mengerti bahwa current customers dan future customers tidak hanya mengharapkan quick service, tapi juga experience yang mereka dapatkan setiap kali melakukan transaksi di KFC,” jelas Dio.

    Melalui konsep QXR, KFC ingin setiap kunjungan ke restoran tidak hanya berakhir dengan pelanggan membeli dan menikmati makanan, tetapi juga meninggalkan pengalaman yang berkesan.

  3. 3. Empat pilar modernisasi KFC Indonesia

    AKS05353.jpg
    Dio May Avico, Direktur VII KFC Indonesia di acara konferensi pers HUT ke-47 KFC Indonesia, Selasa (29/9/2026) di KFC Taman Melawai, Jakarta Selatan (Dok. KFC Indonesia)

    Untuk mewujudkan transformasi tersebut, KFC Indonesia menyiapkan empat pilar utama, yakni Modern Experience, Modern Assets, Modern Menu, dan Modern Communication. Keempatnya akan disatukan oleh satu pendekatan, yaitu cultural relevance, agar perubahan yang dilakukan tetap terasa dekat dengan konsumen, khususnya generasi berikutnya.

    • Modern Experience, gabungkan digital dan human hospitality

    Perubahan pertama terlihat dari pengalaman pelanggan yang semakin terintegrasi dengan teknologi. KFC menghadirkan berbagai kanal digital seperti KFCku App, kiosk, dan web order untuk membuat proses pemesanan lebih mudah diakses. 

    KFCku App juga dikembangkan dengan pengalaman yang lebih personal melalui fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan serta elemen gamifikasi. Namun, KFC menilai transformasi digital bukan berarti menghilangkan interaksi manusia.

    “Digital itu tidak harus terasa dingin dan satu arah. Justru lewat digital, pengalamannya bisa jadi lebih personal dan lebih seru,” ujar Dio.

    Menurutnya, semakin dekat konsumen dengan teknologi, semakin penting pula kehadiran human hospitality di restoran. Hal sederhana seperti senyuman, sapaan ramah dari tim restoran, hingga interaksi personal tetap menjadi bagian yang ingin dipertahankan KFC.

    “Semakin kita lihat bahwa digital memang bisa menerima pesanan, tapi engagement atau experience yang akan customer rasakan ketika datang ke store kami, senyuman ramah dari tim store kami itu akan semakin penting,” lanjutnya.

    • Modern Assets, restoran dibuat lebih menarik dan tetap melokal

    AKS05378.jpg
    Dio May Avico, Direktur VII KFC Indonesia di acara konferensi pers HUT ke-47 KFC Indonesia, Selasa (29/9/2026) di KFC Taman Melawai, Jakarta Selatan (Dok. KFC Indonesia)

    Transformasi juga akan terlihat dari tampilan restoran. KFC memperkenalkan New Visual Identity yang lebih modern dan dinamis. Namun, modernisasi tersebut tidak berarti seluruh elemen lokal ditinggalkan. Salah satu contoh yang diperkenalkan KFC adalah restoran KFC Banyuwangi yang menggabungkan identitas visual baru dengan inspirasi dari karakter rumah khas Banyuwangi.

    “Kami ingin store kami itu bukan cuma untuk tempat beli makan, tapi tempat yang menarik dan enak untuk didatangi oleh customer kami. Jadi, modern assets tapi tetap berasa lokal,” kata Dio.

    Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara KFC menggabungkan identitas global dengan karakter lokal di setiap wilayah.

    • Modern Menu, lebih banyak cara menikmati KFC

    Selain restoran dan teknologi, modernisasi juga menyentuh menu. KFC ingin memberikan lebih banyak pilihan serta cara menikmati produk yang sesuai dengan perubahan gaya hidup konsumen. Ada lima area yang menjadi perhatian, yakni boneless, portable, sauces full of flavor, beverages, serta peningkatan keseluruhan pengalaman produk.

    Pilihan boneless ditujukan bagi konsumen yang menginginkan cara menikmati ayam yang lebih praktis. Sementara itu, konsep portable menjawab gaya hidup konsumen yang semakin mobile.

    KFC juga akan menghadirkan lebih banyak pilihan saus dan minuman, sekaligus meningkatkan pengalaman produk secara keseluruhan, mulai dari makanan, penyajian, hingga packaging.

    “More choices, more ways to enjoy KFC, and more moments to enjoy it,” ujar GM Marketing KFC Indonesia, Alfiya Rahmani.

    • Modern Communication, jadi brand yang dekat dengan konsumen

    Perubahan berikutnya hadir dari cara KFC berkomunikasi dengan konsumen. KFC ingin bergerak menjadi social-first brand, bukan sekadar membuat konten untuk menyampaikan pesan. Dio mengatakan KFC ingin menciptakan percakapan dan membuat konsumen merasa terlibat dengan brand.

    “Kami tidak hanya ingin mengikuti tren, tetapi menciptakan momen yang dapat menjadi bagian dari percakapan dan pengalaman konsumen,” ujar Alfiya.

    Pendekatan ini juga akan dibawa ke berbagai aktivitas offline, seperti KFC Bucket Hoops, Children's Creative Carnival, dan KFC Birthday Party. Dengan begitu, komunikasi tidak hanya berlangsung melalui media sosial, tetapi juga melalui pengalaman yang bisa dirasakan langsung oleh konsumen.

  4. 4. Dekat dengan generasi muda sebagai cultural catalyst

    AKS05392.jpg
    GM Marketing KFC Indonesia, Alfiya Rahmani di acara konferensi pers HUT ke-47 KFC Indonesia, Selasa (29/9/2026) di KFC Taman Melawai, Jakarta Selatan (Dok. KFC Indonesia)

    Salah satu fokus utama transformasi KFC adalah mendekatkan diri dengan generasi muda, khususnya konsumen berusia 14 hingga 22 tahun. KFC melihat generasi ini bukan sekadar sebagai kelompok yang mengikuti tren. 

    Mereka juga dianggap berperan dalam membentuk budaya melalui hal-hal yang mereka sukai, bicarakan, dan ciptakan. Karena itu, KFC ingin lebih banyak mendengarkan dan memahami apa yang dianggap penting oleh generasi tersebut.

    Alfiya juga mengatakan pendekatan tersebut diwujudkan melalui tiga prinsip, yaitu Speak Their Culture, Turn Moments into Memories, dan Connect Through What They Love.

    “Melalui pendekatan Speak Their Culture, Turn Moments into Memories, dan Connect Through What They Love, KFC ingin memahami lebih dekat budaya, minat, serta berbagai hal yang menjadi bagian dari kehidupan generasi berikutnya,” ujarnya.

    KFC juga ingin pengalaman pelanggan tidak berhenti pada momen ketika mereka makan di restoran. “Karena kami ingin customer itu tidak hanya berkata, ‘I ate at KFC.’ No, we want them to say, ‘I had a moment at KFC,’” tutup Alfiya.

    Selamat ulang tahun yang ke-47 buat KFC Indonesia! Semoga di babak barunya sebagai Quick Experience Restaurant (QXR) ini, KFC makin inovatif, makin relevan sama anak muda, dan terus konsisten menghadirkan momen seru bareng renyahnya ayam goreng kesayangan kita semua. (WEB/AMS)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More