One Raffles Place. (onerafflesplace.com.sg)
Perjalanan One Raffles Place bermula dari pendirian OUBC pada Juni 1980, sebuah perusahaan patungan antara OUB dan afiliasinya, OUE. Sebelum konstruksi fisik dimulai pada Oktober 1984, Kuwait Investment Office (KIO) sempat masuk dengan mengambil 33,33 persen saham.
Kompleks yang awalnya bernama OUB Centre itu akhirnya rampung pada 1986 dengan sentuhan tangan dingin arsitek Kenzo Tange. Dinamika kepemilikan mulai bergeser pada 2001 saat UOB melakukan akuisisi terhadap OUB demi memperkuat daya saing perbankan Singapura.
Kondisi tersebut berlanjut pada kebijakan pemerintah Singapura yang mewajibkan bank memisahkan bisnis non-keuangan, yang kemudian memicu UOB menjual 55 persen saham OUE kepada kongsi Lippo Group dan taipan Malaysia, Ananda Krishnan pada 2006.
Namun, pecah kongsi terjadi pada 2010 akibat memburuknya hubungan kedua pihak, yang berujung pada pengambilalihan seluruh saham Krishnan oleh keluarga Riady. Di sisi lain, UOB juga terus memangkas kepemilikannya di OUBC hingga tersisa 10 persen dengan melepas sisa saham ke beberapa entitas seperti UOL Group dan Khattar Holdings.
Pengembangan besar-besaran kembali dilakukan pada 2008 melalui pembangunan menara baru setinggi 38 lantai (Tower Two) yang dirancang oleh Paul Tange, putra dari Kenzo Tange.
Proyek ini rampung pada 2012, diikuti dengan penambahan dua lantai serta dek observasi pada Tower One, serta renovasi mal yang dibuka kembali pada 2014. Seluruh rangkaian properti ini kemudian resmi menyandang nama One Raffles Place.
Struktur kepemilikan akhirnya semakin solid bagi keluarga Riady ketika OUE membeli saham KIO pada 2015, yang membuat kepemilikan OUE melonjak ke angka 83,33 persen. Seluruh saham tersebut kemudian dialihkan ke OUE Commercial REIT (sekarang OUE REIT) setelah melalui proses merger dan rebranding hingga tahun 2024.