Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengintip Dampak WFA bagi Bisnis, Kerek Pertumbuhan Pendapatan
Ilustrasi Work From Anywhere (WFA) (IDN Times/Arief Rahmat)
  • 5758 Creative Lab menilai WFA efektif menjaga produktivitas jika menjadi strategi organisasi terintegrasi, dengan tujuan jelas, komunikasi terbuka, kepercayaan, serta pengukuran berbasis hasil kerja.
  • Penerapan WFA di 5758 mendorong pertumbuhan pendapatan dari 3,3 persen menjadi 6,3 persen dan meningkatkan kepuasan klien hingga 15 persen.
  • Model kerja fleksibel juga diklaim meningkatkan kualitas kampanye, memperkuat retensi talenta, kolaborasi, kepemimpinan, dan daya saing perusahaan melalui pengalaman karyawan yang strategis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Setelah pandemik COVID-19 berakhir, budaya bekerja di kantor atau work from office (WFO) kembali digencarkan perusahaan global maupun domestik. Meski begitu, menurut 5758 Creative Lab, sejumlah organisasi tetap bertahan dengan fleksibilitas.

Namun, dalam implementasinya, cara meningkatkan produktivitas terus menjadi pertanyaan apabila diiringi dengan mekanisme bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) atau model kerja jarak jauh (remote work).

CEO 5758 Creative Lab, Barlieve Xaverina mengatakan, mekanisme kerja itu tetap efektif dalam menjaga pertumbuhan produktivitas. Namun, hal itu berlaku selama WFA atau remote work tidak diposisikan hanya sebagai fasilitas. Dia menilai, WFA atau remote work harus dilihat sebagai strategi organisasi yang dibangun secara menyeluruh dan terintegrasi.

“Banyak organisasi masih memperdebatkan di mana orang harus bekerja. Bagi kami, pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana membangun sistem yang membuat orang tetap bertumbuh, saling percaya, dan mampu menghasilkan dampak,” kata Barlieve dikutip Sabtu, (1/8/2026).

1. WFA mendorong pertumbuhan pendapatan jadi 6,3 persen

Ilustrasi Bisnis. (IDN Times/Aditya Pratama)

Barlieve mengatakan, bagi banyak perusahaan, tantangan terbesar dari sistem kerja fleksibel bukan lagi soal infrastruktur teknologi, melainkan bagaimana menjaga rasa memiliki (sense of belonging), kolaborasi, akuntabilitas, dan kohesi budaya ketika tim tidak lagi berada di ruang kerja yang sama.

Melalui pendekatan WFA, 5758 berhasil membangun budaya kerja yang tetap kuat meski tanpa batas geografis. Strategi itu dijalankan dengan menempatkan tiga pilar utama secara konsisten. Pertama, kejelasan tujuan (clarity of purpose), komunikasi yang radikal dan terbuka, serta kepercayaan penuh (trust).

Alih-alih mengukur produktivitas dari kehadiran fisik atau jam kerja, perusahaan berfokus pada kualitas kolaborasi dan hasil kerja (output-based).

Dia mengatakan, prinsip itu mendapat pengakuan melalui Silver Award kategori Best Remote Work Strategy pada ajang Employee Experience Awards Indonesia 2026, Excellence in Employee Volunteerism (2024), dan Best Hybrid Work Model (2025).

Pendekatan tersebut menghasilkan dampak bisnis yang terukur, ditandai dengan pertumbuhan revenue yang signifikan dari 3,3 persen menjadi 6,3 persen. Tak hanya itu, tingkat kepuasan klien naik 15 persen lebih tinggi.

“Remote work bukan tujuan, melainkan konsekuensi dari budaya organisasi yang sehat. Ketika fondasinya kuat, lokasi bekerja tidak lagi menjadi faktor penentu keberhasilan,” tutur Barlieve.

2. Kualitas kerja meningkat

ilustrasi bisnis (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain pendapatan, model kerja WFA atau remote work menurutnya juga meningkatkan kualitas kerja.

Sepanjang dua tahun terakhir, berbagai kampanye yang dikerjakan 5758 Creative Lab turut memperoleh pengakuan di tingkat industri. Di antaranya Bronze pada kategori Social Media Campaign di Pinasthika Awards 2024 melalui kampanye Grab Kejar Refal Challenge, Bronze pada kategori Influencer Marketing Campaign di Pinasthika Awards 2025 melalui kampanye Kepincut Member Stecu (GrabUnlimited), serta nominasi Best Use of Influencer di Citra Pariwara melalui kampanye yang sama.

Pencapaian tersebut menurutnya membuktikan konsep people strategy mampu menciptakan nilai bagi karyawan, klien, dan bisnis secara bersamaan.

3. Perkuat daya saing perusahaan

Ilustrasi Work From Home (IDN Times/Arief Rahmat)

Bagi 5758 Creative Lab, pengalaman karyawan bukan lagi sekadar pelengkap fungsi Human Capital,melainkan bagian dari strategi bisnis yang berperan dalam membangun daya saing perusahaan.

Ketika karyawan memiliki kejelasan peran, ruang untuk berkembang, serta kepercayaan dalam bekerja, organisasi memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan talenta terbaik, meningkatkan kualitas kolaborasi, dan pada akhirnya menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi klien.

Pengalaman menerapkan WFA juga mendorong 5758 Creative Lab terus mengembangkan sistem kolaborasi, kepemimpinan, serta pengelolaan talenta agar tetap adaptif terhadap perubahan dunia kerja.

Pendekatan tersebut kini menjadi salah satu fondasi perusahaan dalam membangun organisasi yang berkelanjutan, kolaboratif, dan sekaligus memberikan nilai lebih bagi klien.

Curated For You

Editorial Team

Related Article