Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menhub Ancam Tutup Rest Area KM 57, Apa Alasannya?

Menhub Ancam Tutup Rest Area KM 57, Apa Alasannya?
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
  • Menhub Dudy Purwagandhi menyoroti rest area KM 57 sebagai penyebab kemacetan arus mudik dan balik Lebaran karena jarak akses yang jauh serta tingginya volume kendaraan.
  • Dudy mengancam akan menutup atau menerapkan sistem buka-tutup di rest area KM 57 jika tidak ada perbaikan akses, kapasitas, dan pengaturan arus kendaraan sesuai hasil evaluasi.
  • Menhub mengimbau pemudik merencanakan perjalanan lebih baik, termasuk isi bahan bakar penuh sejak awal dan tidak berhenti di KM 57 yang dinilai kurang tepat untuk beristirahat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengancam bakal menutup rest area KM 57 yang menjadi salah satu titik atau biang macet di jalan tol dalam arus mudik dan balik pada musim Lebaran tahun ini.

Dudy sebenarnya telah mewanti-wanti bahwa rest area KM 57 berpotensi menyebabkan terjadinya kepadatan karena jaraknya yang cukup jauh dari mulai turunnya Tol MBZ hingga akses masuk rest area. Padahal pada mudik tahun lalu, Dudy mengakui rest area KM 57 tidak menjadi isu sama sekali.

"Tapi ketika terjadi flow yang demikian besar, yang di depan sampai dan yang di belakang sudah menyusul, akhirnya itulah yang menyebabkan kepadatan," ujar Dudy, dikutip Jumat (10/4/2026).

1. Catatan Menhub

Ilustrasi - Rest Area KM 57 tol Jakarta-Cikampek (IDN Times/Fadhliansyah)
Ilustrasi - Rest Area KM 57 tol Jakarta-Cikampek (IDN Times/Fadhliansyah)

Kemenhub dan sejumlah stakeholder pada dasarnya telah mengimbau dan mengatur masyarakat untuk tidak berlama-lama beristirahat di rest area KM 57. Namun, hal itu belum berhasil mengingat masih terjadinya kepadatan di sana saat Lebaran.

Meski begitu, Dudy mengaku telah punya catatan tersendiri untuk tidak mengulangi kemacetan yang ditimbulkan oleh adanya rest area KM 57.

"Dari catatan sementara kami yang ingin kita perbaiki adalah akses masuk, flow di dalam. Kemudian juga kapasitas yang harus kita tambah di dalamnya. Itu harapannya supaya bisa menampung apabila terjadi arus yang cukup besar," tutur Dudy.

2. Menhub ancam tutup rest area KM 57

20251223_102214.jpg
Serambi MyPertamina di Rest Area KM 57. (IDN Times/Trio Hamdani)

Dudy pun mengancam bakal menutup rest area KM 57 jika tidak ada perbaikan yang dilakukan sesuai dengan evaluasinya. Penutupan dilakukan agar rest area KM 57 tidak menjadi persinggahan pemudik yang membuat jalan besar malah jadi bottleneck karena sebenarnya setelah rest area tersebut lalu lintas langsung lancar.

Selain ditutup, Dudy juga menyarankan agar adanya buka tutup rest area KM 57 jika V/C ratio alias tingkat kepadatan kendaraan sudah tinggi. Hal itu pun sudah dilakukan pemerintah dan stakeholder pada Lebaran ini di rest area KM 62 dan KM 52.

"Kemarin saya sampaikan kepada Jasa Marga kalau tidak diperbaiki tutup atau dilakukan buka tutup dengan menghitung V/C ratio kepadatan flow pada saat mudik maupun arus balik. Jadi, semua rest area kita jadikan catatan dan saya minta ada perbaikan," tutur dia.

3. Menhub nilai rest area KM 57 bukan tempat pas untuk berhenti

20251223_105923.jpg
SPBU Pertamina di Rest Area KM 57. (IDN Times/Trio Hamdani)

Di sisi lain, Dudy pun mengimbau sekaligus mengingatkan masyarakat untuk mulai merencenakan perjalanan mudik dan balik lebih baik lagi pada momen Lebaran tahun depan.

Segala informasi terkait kemacetan dan sebagainya sudah disediakan untuk dapat dipantau setiap waktu. Selain itu pemerintah juga sudah mengeluarkan aturan work from anywhere (WFA) agar pemudik bisa memilih waktu yang tidak bertepatan dengan puncak arus mudik.

"Namun, sepertinya masyarakat masih belum terbiasa merencanakan perjalanan. Kalau KM 57 mestinya kan kalau yang dari Jakarta belum waktunya untuk berhenti, tapi ya mungkin karena kebiasaan dan sebagainya mereka mampir," kata Dudy.

Dudy juga menyoroti adanya pemudik yang tidak langsung isi bahan bakar kendaraan di awal perjalanan secara penuh dan merencanakan mengisinya di rest area KM 57.

"Kalau misalnya mereka isi di awal dengan full tank kemudian makanan mereka tersedia mungkin bisa mereka tidak perlu berhenti sebenarnya. Kalau yang kendaraan dari Jakarta maupun Jabodetabek, KM 57 sebenarnya bukan tempat yang yang pas untuk berhenti, tapi ternyata banyak juga yang yang berhenti karena isi bensinnya mungkin pada saat berangkat kurang, tidak bawa makanan, tapi juga kita memaklumi mungkin ada kondisi-kondisi memaksa mereka kemudian harus masuk ke rest area," papar Dudy.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More