Menhub Optimistis Pelabuhan Palembang Baru Kerek Daya Saing Logistik

- Kemenhub meluncurkan Proyek Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas dan efisiensi logistik nasional, khususnya di wilayah Sumatra bagian selatan.
- Pembangunan pelabuhan baru ini menjadi solusi atas keterbatasan Pelabuhan Boom Baru yang sudah tidak memadai untuk kapal besar dan menyebabkan kemacetan lalu lintas di kawasan sekitarnya.
- Peluncuran proyek turut menandai penyerahan HPL seluas 59,5 hektare dari Pemprov Sumsel ke Kemenhub serta rencana hibah area Mozaik 5 dan 6 untuk mendukung operasional pelabuhan baru.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melaksanakan Project Launching/Peluncuran Proyek Pelabuhan Palembang Baru (New Palembang Port) di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan, peluncuran ini menandakan kesiapan pembangunan Pelabuhan Palembang Baru yang akan menjadi tonggak penting dalam penguatan konektivitas dan sistem logistik nasional di wilayah Sumatra bagian selatan.
"Hari ini kita memasuki ambang baru, berupa Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat. Proyek ini memiliki posisi penting dalam agenda besar pembangunan nasional, khususnya dalam meningkatkan efisiensi logistik, dan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global. Pasalnya, Provinsi Sumatra Selatan merupakan salah satu simpul penting perekonomian nasional dengan kekayaan sumber daya alam yang besar, seperti batubara, kelapa sawit, dan karet," tutur Dudy.
1. Dukungan infrastruktur logistik yang andal

Potensi yang dimiliki Sumatra Selatan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur logistik andal agar distribusi berjalan lancar dan bernilai tambah tinggi.
Oleh karena itu, pembangunan pelabuhan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan logistik yang semakin meningkat.
"Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang dan memperkuat daya saing ekonomi nasional," kata Dudy.
2. Pelabuhan Boom Baru masih jadi andalan di Sumsel

Adapun saat ini, pelayanan logistik di kawasan Sumatra Selatan masih bertumpu pada Pelabuhan Boom Baru yang memiliki berbagai keterbatasan.
Keterbatasan tersebut meliputi kapasitas lahan dan kedalaman alur pelayaran yang tidak lagi memadai untuk kapal besar. Arus lalu lintas mobil bertonase besar dari dan menuju pelabuhan pun menyebabkan kemacetan dan potensi kecelakaan lalu lintas.
"Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat menjadi solusi atas keterbatasan tersebut. Pelabuhan ini dirancang untuk menjadi simpul logistik baru yang modern dan terintegrasi dengan jaringan transportasi lainnya," kata Dudy.
3. Penyerahan HPL dari Pemprov Sumsel ke Kemenhub

Peluncuran proyek ini juga merupakan tindak lanjut dari penyerahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 59,5 hektare oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan kepada Kemenhub.
Selain itu, pada peluncuran ini juga disepakati rencana hibah area Mozaik 5 dan Mozaik 6 kepada Kemenhub untuk digunakan sebagai area pendukung Pelabuhan Palembang Baru.
"Ke depan, pembangunan pelabuhan ini harus kita kawal bersama dengan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat. Tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu beroperasi secara optimal, terintegrasi dengan jaringan transportasi lainnya, serta memberikan dampak nyata terhadap kelancaran arus barang dan pertumbuhan ekonomi wilayah," tutur Dudy.


















