Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menhub Pastikan Stok BBM Aman untuk Mudik dan Balik Lebaran 2026

Menhub Pastikan Stok BBM Aman untuk Mudik dan Balik Lebaran 2026
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
  • Menhub Dudy Purwagandhi memastikan stok BBM nasional aman untuk arus mudik dan balik Lebaran 2026 meski cadangan hanya berkisar antara 20 hingga 23 hari.
  • Pertamina dan Kementerian ESDM siap menambah pasokan BBM jika stok mendekati batas minimum, bahkan di tengah ketegangan geopolitik yang memengaruhi jalur distribusi minyak global.
  • Pemerintah menegaskan masyarakat tidak perlu panic buying karena stok BBM masih di atas standar minimal ketahanan energi nasional dengan suplai yang tetap lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, angkat bicara terkait cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional yang berkisar antara 20 hingga 23 hari dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Dalam pernyataannya, Dudy memastikan stok BBM tersebut masih aman untuk kebutuhan arus mudik dan balik Lebaran 2026.

"Memang 21 hari itu sebenarnya mengukur storage-nya. Kalau lebih kita tidak bisa menampung," kata Dudy, dikutip Minggu (8/3/2026).

1. Pertamina dan ESDM siap menambah stok BBM

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Sebagai salah satu anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dudy mengungkapkan, stok 21 hari tidak berarti stok BBM akan ludes usai periode tersebut.

Angka tersebut adalah batas minimum cadangan yang harus selalu dijaga, bukan stok statis yang dibiarkan berkurang sampai habis.

"Jadi 21 hari ini dimaknai bukan 21 hari habis, tapi kita harus me-maintain bahwa 21 itu adalah batas minimum yang harus kita sediakan. Jadi kalau misalnya nanti kemudian berkurang maka Pertamina dan ESDM itu akan menambah," tutur Dudy.

2. Penambahan stok BBM di tengah konflik Timur Tengah

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Adapun penambahan stok BBM tersebut tetap bisa dilakukan oleh Pertamina dan Kementerian ESDM di tengah penutupan Selat Hormuz imbas meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Dudy mengatakan, pasokan minyak mentah yang melewati Selat Hormuz adalah 20 persen dari kebutuhan global. Indonesia termasuk yang terdampak dari penutupan Selat Hormuz.

Meski begitu, Dudy meyakini ada tempat-tempat lain yang membuat Indonesia mendapatkan akses BBM untuk dibawa ke dalam negeri.

"Kalau saya lihat kemarin itu ada beberapa negara yang sepertinya tidak terlalu terdampak dari lokasi konflik. Ada beberapa negara yang sebagai pengekspor minyak masih bisa memenuhi kebutuhan kita," ujar Dudy.

3. Pemerintah minta masyarakat tidak panic buying

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebelumnya diberitakan, pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) di tengah maraknya isu di media sosial yang menyebut, pasokan BBM Indonesia hanya tersisa sekitar 20 hari akibat potensi penutupan Selat Hormuz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, stok BBM nasional masih berada dalam kondisi aman dan di atas standar minimal ketahanan energi yang ditetapkan pemerintah.

Dia menjelaskan, kapasitas penyimpanan atau storage BBM Indonesia sejak lama memang berkisar 25 hari. Kondisi tersebut bukan hal baru dan telah menjadi karakteristik sistem cadangan energi nasional.

"Dari dulu kemampuan storage tempat penampung minyak kita memang sekitar 25 hari," ujarnya saat ditemui di Jakarta Jumat (6/3/2026).

Adapun standar minimal ketahanan stok BBM nasional ditetapkan di atas 20 hari. Saat ini, stok BBM Indonesia berada di kisaran 23 hari sehingga masih berada dalam batas aman.

"Sekarang minyak kita 23 hari. Artinya standar kepemilikan minyak kita itu aman. Jadi nggak perlu ada panik karena suplai lancar," ujar Bahlil.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in Business

See More