Menko Airlangga: RI Resmi Jadi Pendiri Organisasi AI Dunia

- Pemerintah Indonesia resmi menjadi negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) untuk memperkuat tata kelola kecerdasan artifisial di tingkat global.
- WAICO dibentuk dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB sebagai bentuk dukungan internasional terhadap kerja sama AI lintas negara.
- Menko Airlangga melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa keikutsertaan Indonesia sebagai pendiri WAICO membuka peluang strategis dalam penyusunan kebijakan dan regulasi global terkait pengembangan AI.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri (founder member) World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama internasional yang dibentuk untuk memperkuat tata kelola kecerdasan artifisial (AI) di tingkat global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri merupakan salah satu capaian yang telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurut Airlangga, status sebagai negara pendiri memberi ruang bagi Indonesia untuk terlibat langsung dalam penyusunan arah kebijakan global terkait pengembangan dan tata kelola AI di masa depan.
“Yang terakhir tadi saya melaporkan ke Bapak Presiden bahwa Indonesia menjadi founder member dari World AI Cooperation Organization atau World Artificial Intelligence. Indonesia masuk menjadi founder member, sehingga ke depannya untuk kebijakan AI, Indonesia terlibat secara dalam,” kata Airlangga.
1. Indonesia ikut menyusun tata kelola AI global

Airlangga menjelaskan, keterlibatan Indonesia sebagai negara pendiri bukan hanya bersifat simbolis, tetapi juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk ikut menyusun berbagai kebijakan internasional mengenai pengembangan teknologi AI.
Menurut dia, perkembangan AI saat ini membutuhkan tata kelola yang melibatkan banyak negara agar pemanfaatannya dapat berjalan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat global.
Dengan bergabung sebagai founder member, Indonesia diharapkan memiliki posisi strategis dalam berbagai pembahasan mengenai standar, regulasi, hingga arah pengembangan AI di masa mendatang.
“Sehingga ke depannya untuk kebijakan AI, Indonesia terlibat secara dalam,” ujar Airlangga.
2. WAICO berada dalam kerangka PBB

Airlangga mengatakan pembentukan WAICO juga menjadi bagian dari kerja sama internasional yang berada dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia menyebut penandatanganan pendirian organisasi tersebut turut disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB, yang menunjukkan dukungan internasional terhadap pembentukan lembaga tersebut.
Menurut Airlangga, keterlibatan PBB menjadi salah satu aspek penting karena tata kelola AI kini menjadi isu global yang memerlukan kerja sama lintas negara.
“Dan ini WAICO masuk di dalam framework United Nation (UN), di mana pada saat kemarin di penandatanganan disaksikan juga oleh Secretary General PBB,” kata Airlangga.
3. Pemerintah laporkan capaian kepada Presiden

Airlangga menyampaikan informasi mengenai keikutsertaan Indonesia dalam WAICO saat memberikan keterangan kepada media usai Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan pemerintah melaporkan sejumlah capaian di berbagai sektor, mulai dari kondisi makroekonomi, investasi, energi, hingga perkembangan ekonomi digital.
Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah keberhasilan Indonesia bergabung sebagai negara pendiri WAICO, yang dinilai membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk berperan dalam pembentukan kebijakan AI di tingkat internasional.
“Yang terakhir tadi saya melaporkan ke Bapak Presiden bahwa Indonesia menjadi founder member dari World AI Cooperation Organization atau World Artificial Intelligence. Indonesia masuk menjadi founder member, sehingga ke depannya untuk kebijakan AI, Indonesia terlibat secara dalam. Dan ini WAICO masuk di dalam framework United Nation (UN), di mana pada saat kemarin di penandatanganan disaksikan juga oleh Secretary General PBB,” ujar Airlangga.



















