Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MSCI Usul RI Jadi Standalone Market, Bos Danantara Tetap Optimistis
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Rosan mengapresiasi reformasi pasar modal yang dilakukan OJK dan BEI, terutama terkait governance, transparansi, dan akuntabilitas.

  • MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

  • Danantara tetap optimistis dan melihat kondisi fundamental sebagai dasar untuk menilai peluang investasi saham Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (16/10/2026)

Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan apresiasi terhadap reformasi pasar modal oleh OJK dan BEI di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Ia juga menyatakan Danantara tetap optimistis melihat peluang investasi saham Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    MSCI mengumumkan konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
  • Who?
    MSCI Inc, Rosan Perkasa Roeslani, OJK, BEI, dan BPI Danantara.
  • Where?
    Rosan menyampaikan pandangannya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
  • When?
    Jumat (16/10/2026).
  • Why?
    Perubahan klasifikasi diusulkan setelah adanya tekanan terhadap pasar modal Indonesia.
  • How?
    MSCI mengumumkan konsultasi, sementara Rosan menilai gejolak saham lebih berkaitan dengan faktor teknis dan rumor pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

MSCI sedang membicarakan perubahan kelas pasar saham Indonesia. Rosan dari Danantara tetap senang dan percaya diri. Ia bilang OJK dan BEI sudah memperbaiki aturan, keterbukaan, dan tanggung jawab. Harga saham bisa naik turun karena kabar pasar. Danantara tetap melihat saham Indonesia sebagai kesempatan untuk berinvestasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Reformasi pasar modal oleh OJK dan BEI mendapat apresiasi karena diarahkan pada governance, transparansi, dan akuntabilitas yang lebih tinggi. Di tengah gejolak harga saham dan usulan perubahan klasifikasi oleh MSCI, Danantara tetap melihat peluang investasi dengan menekankan pentingnya fundamental perusahaan sebagai dasar penilaian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani mengapresiasi reformasi pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pandangan tersebut disampaikan di tengah tekanan terhadap pasar modal Indonesia setelah penyedia indeks global Morgan Stanley Capital Internationa (MSCI) Inc mengumumkan konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

"Ya pertama-tama tentunya kami mengapresiasi apa yang selama ini sudah dilakukan oleh OJK maupun Bursa Efek Indonesia dalam rangka mereformasi bursa kita untuk menjadi lebih baik dengan governance yang lebih tinggi, transparansi dan juga akuntabilitas yang makin meningkat," katanya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Rosan meyakini perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia akan mengalami peningkatan ke depannya. Menurutnya, gejolak harga saham merupakan hal yang biasa terjadi di pasar modal.

"Yes, di bursa kita tahu pasti ada ups and down, tapi kalau kami lihatnya ini bukan karena soal fundamental, tapi ini lebih soal technical, market rumors di market dan juga lebih ke soal non-fundamental," ujar dia.

Karena itu, dia menekankan pentingnya melihat kondisi fundamental sebagai dasar dalam menilai perusahaan yang tercatat di bursa.

"Jadi, oleh sebab itu kita harus tetap melihat ini suatu opportunity, optimis dan kami yakini dan kami dari Danantara siap masuk karena melihat kembali lagi ini adalah momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia," kata Rosan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article