Nasdaq Kembali Cetak Rekor Meski Yield Treasury Tembus 5,34 Persen

- Nasdaq Composite naik 1,05 persen ke rekor 27.477,31 pada 5 Oktober 2026, didorong kenaikan Nvidia, Microsoft, Meta, dan saham teknologi lain.
- Yield Treasury AS 10 tahun sempat mencapai 5,34 persen dan ditutup sekitar 5,31 persen, level penutupan tertinggi sejak 2002, yang biasanya menekan saham.
- Optimisme AI dan harapan pertumbuhan laba menjaga minat pada saham teknologi, tetapi keberlanjutan rekor Nasdaq bergantung pada laporan keuangan serta perkembangan yield, suku bunga, dan inflasi.
Take a Deeper Reads

Nasdaq Composite kembali mencetak rekor pada perdagangan 5 Oktober 2026. Indeks yang banyak diisi perusahaan teknologi ini naik 1,05 persen ke level 27.477,31, sementara yield Treasury 10 tahun sempat menembus 5,34 persen di tengah perdagangan. Kondisi ini menarik karena kenaikan yield biasanya dapat memberi tekanan pada saham, terutama saham teknologi.
Nasdaq dan yield Treasury memang tidak bergerak secara langsung, tetapi keduanya dapat memengaruhi keputusan investor. Ketika yield obligasi pemerintah naik, investor memiliki pilihan untuk mendapatkan imbal hasil lebih tinggi dari aset yang relatif lebih aman sehingga saham bisa kehilangan daya tarik. Karena itu, kenaikan Nasdaq saat yield Treasury berada di level tinggi menjadi kondisi yang cukup menarik untuk diperhatikan.
1. Nasdaq banyak diisi saham teknologi

ilustrasi memantau pasar (magnific.com/standret) Nasdaq Composite merupakan salah satu indeks saham utama di Amerika Serikat. Indeks ini mencakup ribuan saham yang diperdagangkan di bursa Nasdaq, tetapi pergerakannya sangat dipengaruhi perusahaan teknologi dan perusahaan dengan pertumbuhan tinggi. Karena itu, Nasdaq sering menjadi perhatian ketika saham teknologi dan perusahaan yang berkaitan dengan AI mengalami kenaikan.
Pada perdagangan tersebut, sejumlah saham teknologi besar ikut mengangkat Nasdaq. Nvidia, Microsoft, Meta, dan beberapa perusahaan lain mencatat kenaikan sehingga mampu mendorong indeks ke rekor baru. Optimisme terhadap perkembangan AI menjadi salah satu faktor yang membuat investor masih tertarik membeli saham teknologi meskipun yield Treasury sedang tinggi.
2. Apa arti yield Treasury tembus 5,34 persen?

ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/kaboompics) Yield Treasury adalah tingkat imbal hasil yang diharapkan investor ketika membeli obligasi pemerintah Amerika Serikat. Salah satu yang paling diperhatikan pasar adalah Treasury bertenor 10 tahun karena pergerakannya dapat memengaruhi berbagai aset, mulai dari saham hingga suku bunga pinjaman. Ketika yield naik, harga obligasi biasanya bergerak turun.
Kali ini, yield Treasury 10 tahun sempat mencapai 5,34 persen dalam perdagangan 5 Oktober. Angka tersebut menunjukkan bahwa investor meminta imbal hasil lebih besar untuk memegang surat utang pemerintah AS dalam kondisi pasar saat ini. Pada akhir perdagangan, yield tersebut berada sekitar 5,31 persen, yang juga menjadi level penutupan tertinggi sejak 2002.
3. Nasdaq tetap naik meski yield Treasury tinggi

ilustrasi kenaikan (magnific.com/magnific) Yield Treasury yang tinggi biasanya menjadi tekanan bagi saham karena investor memiliki alternatif dengan imbal hasil yang lebih menarik dari obligasi pemerintah. Kondisi ini juga dapat membuat biaya pinjaman meningkat dan menurunkan nilai keuntungan perusahaan yang diperkirakan baru akan diperoleh beberapa tahun ke depan. Dampaknya dapat terasa lebih besar pada saham teknologi karena banyak perusahaan di sektor tersebut memiliki valuasi tinggi berdasarkan ekspektasi pertumbuhan masa depan.
Namun, investor kali ini masih melihat peluang pertumbuhan perusahaan teknologi sebagai alasan untuk tetap masuk ke pasar saham. Perkembangan AI membuat investor berharap permintaan terhadap chip, pusat data, perangkat lunak, dan berbagai layanan teknologi terus meningkat. Selama potensi kenaikan laba dianggap mampu mengimbangi tekanan dari yield tinggi, investor masih memiliki alasan untuk membeli saham teknologi.
4. Rekor Nasdaq masih akan diuji laporan keuangan

ilustrasi laporan keuangan (pexels.com/RDNE Stock project) Kenaikan Nasdaq belum berarti tekanan dari yield Treasury sudah hilang. Investor masih akan melihat apakah perusahaan teknologi benar-benar mampu menghasilkan pertumbuhan laba yang sesuai dengan ekspektasi tinggi pasar. Jika hasil laporan keuangan kuat, kenaikan saham dapat memperoleh dukungan baru.
Sebaliknya, hasil yang mengecewakan dapat membuat investor mulai mempertanyakan harga saham yang sudah tinggi. Kondisi tersebut bisa menjadi lebih sensitif jika yield Treasury tetap berada di sekitar level 5 persen atau lebih. Karena itu, pasar akan memperhatikan laporan keuangan perusahaan sekaligus perkembangan suku bunga dan inflasi untuk melihat apakah rekor Nasdaq masih bisa berlanjut.
Rekor Nasdaq di tengah tingginya yield Treasury menunjukkan bahwa investor belum meninggalkan saham teknologi. Optimisme terhadap AI dan pertumbuhan laba perusahaan masih mampu mengimbangi kekhawatiran dari tingginya imbal hasil obligasi. Namun, semakin lama yield bertahan di level tinggi, semakin besar pula tantangan bagi saham untuk mempertahankan kenaikannya.





















![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin Ini, Kami Tebak Potensi Kariermu](https://image.idntimes.com/post/20260418/1000232033_f37515da-3b65-41de-a721-1bb5306f1320.jpg)


