Perubahan klasifikasi MSCI dapat memengaruhi cara investor global memandang suatu pasar saham. Ketika sebuah negara berisiko turun kelas, investor perlu memperhatikan faktor seperti likuiditas, ukuran pasar, dan kemudahan investor asing memperdagangkan sahamnya. Sejumlah negara pernah menghadapi persoalan serupa, tetapi hasil evaluasi MSCI terhadap masing-masing pasar tidak selalu sama.
Pengalaman negara lain bisa menjadi bahan pembelajaran untuk memahami risiko perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Ada negara yang akhirnya turun dari kategori emerging market ke frontier market, sementara negara lain menghadapi ancaman perubahan ke kategori standalone market. Berikut lima negara yang pernah hadapi risiko penurunan status MSCI.
