Obligasi Perdana Danantara Laris, Permintaan Investor Tembus 4,6 M Dolar AS

- Obligasi internasional perdana Danantara oversubscribe lebih dari tiga kali lipat, dengan total permintaan investor mencapai sekitar 4,6 miliar dolar AS dari emisi senilai 1,5 miliar dolar AS.
- Minat tinggi datang dari investor institusi global di lima kawasan dunia, mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental dan prospek jangka panjang Danantara meski imbal hasil treasury AS masih tinggi.
- Presiden Prabowo menargetkan Danantara mampu menyetor imbal hasil minimal 5 persen per tahun kepada negara serta berkembang menjadi lembaga pengelola investasi setara sovereign wealth fund global.
1. Obligasi Danantara diburu investor Internasional, minat datang dari lima kawasan

Berdasarkan keterangan tertulis Danantara, tingginya minat investor datang dari berbagai kawasan, mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika hingga Asia. Mayoritas permintaan berasal dari investor institusi global.
"Capaian tersebut menjadi sinyal positif terhadap persepsi investor internasional terhadap prospek Danantara sebagai pengelola investasi strategis Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik yang masih berlangsung, investor tetap menunjukkan minat yang kuat terhadap instrumen yang diterbitkan Danantara," tulis Danantara dikutip, Sabtu (13/6/2026).
2. Obligasi Danantara laris nanis di tengah tingginya imbal hasil treasury AS

Lebih lanjut, Danantara menilai keberhasilan ini juga diraih saat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat masih berada dalam tren tinggi, kondisi yang umumnya membuat investor cenderung lebih selektif dalam menempatkan dana pada instrumen negara berkembang.
Besarnya permintaan tersebut mencerminkan keyakinan pasar terhadap fundamental, tata kelola, serta prospek bisnis jangka panjang Danantara.
3. Prabowo pasang target Danantara setor imbal hasil 5 persen per tahun ke negara

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa Danantara masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Karena itu, pemerintah mendorong manajemen Danantara untuk terus meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan pengelolaan aset negara.
"Dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh," ujar Prabowo.
Prabowo menilai perusahaan yang dikelola secara optimal umumnya mampu menghasilkan tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) minimal 10 persen. Namun pada tahap awal, pemerintah menargetkan Danantara dapat memberikan imbal hasil setidaknya 5 persen per tahun kepada negara.
Menurut Prabowo, Danantara diharapkan berkembang menjadi lembaga pengelola investasi negara yang setara dengan sovereign wealth fund global. Ke depan, lembaga tersebut juga diharapkan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional melalui optimalisasi aset negara dan pembiayaan berbagai proyek strategis.


















