Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
OSL Indonesia Resmikan Kantor Fisik, Incar Ekosistem Aset Digital
OSL Indonesia resmikan kantor fisik di SCBD. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • OSL Indonesia meresmikan kantor fisik pada 28 September 2026 untuk memperkuat kedekatan dengan nasabah, mitra, komunitas, KOL, dan pemangku kepentingan ekosistem aset digital.

  • Perusahaan menghadirkan Voice of Customer untuk masukan pengguna serta Market Buzz berisi informasi pasar real-time, guna mendukung pengembangan produk dan keputusan investasi yang lebih terukur.

  • OSL Indonesia akan mengembangkan layanan Quick Buy/Sell, Auto Invest, dan OSL Elite, sambil berfokus pada kebutuhan pengguna, manajemen risiko, kepatuhan regulasi, serta standar global dengan pendekatan lokal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meresmikan kantor fisik baru mereka di Indonesia pada Senin (28/9/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen OSL Indonesia untuk mendukung pertumbuhan dan pemberdayaan industri aset keuangan digital di Indonesia dengan mengedepankan standar kepatuhan global.

Kehadiran kantor fisik ini juga menjadi langkah strategis OSL Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan nasabah, mitra, komunitas, key opinion leader (KOL), dan pemangku kepentingan lainnya.

1. Kantor fisik yang jadi ruang dialog

OSL Indonesia resmikan kantor fisik di SCBD. (IDN Times/Sandy Firdaus)

President Director OSL Indonesia, Ivan Arilito, mengatakan peresmian kantor baru bukan sekadar menandai kehadiran fisik perusahaan. Kantor tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mendengarkan masukan sekaligus berinteraksi lebih dekat dengan ekosistem aset digital di Indonesia.

"Kami berkomitmen untuk memberikan layanan sesuai kebutuhan investor Indonesia. Selain hadir dengan kantor fisik, kami juga menghadirkan program Voice of Customer (VoC) bagi pengguna dan komunitas OSL Indonesia," jelas Ivan dalam keterangannya.

Melalui program Voice of Customer (VoC), pengguna dapat menyampaikan masukan, kritik, dan saran yang nantinya menjadi salah satu referensi dalam pengembangan produk OSL Indonesia.

Selain itu, OSL Indonesia menghadirkan Market Buzz, yang menyajikan berita dan informasi pasar secara real-time. Layanan tersebut ditujukan untuk membantu pengguna memahami perkembangan pasar dan mengambil keputusan investasi secara lebih terukur.

2. Kembangkan layanan sesuai kebutuhan pengguna

OSL Indonesia resmikan kantor fisik di SCBD. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Ke depan, OSL Indonesia akan berfokus pada pengembangan platform berbasis kebutuhan pengguna, manajemen risiko, serta proses operasional yang menyesuaikan perkembangan regulasi di Indonesia.

Untuk menjawab kebutuhan pengguna yang beragam, OSL Indonesia juga mengembangkan sejumlah layanan. Di antaranya Quick Buy/Sell untuk kebutuhan transaksi spot, Auto Invest melalui strategi dollar-cost averaging (DCA) bagi investor jangka panjang, serta OSL Elite untuk pengguna dengan kebutuhan transaksi dan layanan yang lebih besar.

"Pertumbuhan industri aset digital perlu dibangun di atas kepercayaan, kepatuhan, edukasi, dan inovasi. Kami optimistis terhadap potensi pasar Indonesia dan akan terus mengambil pendekatan jangka panjang sebagai platform perdagangan aset kripto di Indonesia," ujar Ivan.

3. Bawa pengalaman global dengan pendekatan lokal

OSL Indonesia resmikan kantor fisik di SCBD. (IDN Times/Sandy Firdaus)

OSL Indonesia berupaya menggabungkan pengalaman global dengan kehadiran lokal dan pendekatan berbasis kebutuhan pengguna.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan ingin membangun platform yang tidak hanya membawa pengalaman serta standar global ke Indonesia, tetapi juga terus berkembang berdasarkan kebutuhan pengguna lokal.

OSL Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk tumbuh bersama ekosistem dan berkontribusi terhadap perkembangan industri aset digital Indonesia yang semakin matang dan bertanggung jawab.

Curated For You

Editorial Team

Related Article