Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pabrik di Depok PHK 350 Pekerja, Begini Respons Menaker

Pabrik di Depok PHK 350 Pekerja, Begini Respons Menaker
Konferensi pers Menaker Yassierli terkait Program Magang Nasional 2025. (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
  • Sebanyak 350 pekerja PT Xacti Indonesia di Depok terkena PHK setelah perusahaan menutup operasional akibat tekanan ekonomi dan lesunya pasar global.
  • Menaker Yassierli menyatakan masih menunggu laporan resmi terkait kasus PHK tersebut dan memastikan pemerintah terus berkoordinasi lintas kementerian untuk mengantisipasi dampak pelemahan rupiah.
  • Said Iqbal dari KSPI menilai penutupan PT Xacti dipicu lonjakan harga bahan baku impor serta melemahnya pasar ekspor, yang membuat perusahaan tak mampu bersaing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengaku masih menunggu laporan terkait kasus PHK yang terjadi di PT Xacti Indonesia, Depok, Jawa Barat akibat tutup operasionalnya.

"Saya tunggu (laporan) dari Pak Wamen dulu deh," kata Yassierli di kantornya, Selasa (26/5/2026).

1. Kemungkinan PHK akibat pelemahan rupiah

Ilustrasi PHK (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain itu, Yassierli juga turut menanggapi perihal potensi banyaknya PHK yang terjadi imbas pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut Yassierli, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian terkait hal tersebut dan pemerintah pun sudah mengambil beberapa kebijakan yang diharapkan bisa mengatasi persoalan itu.

"Jadi kalau teman-teman lihat kan sudah banyak langkah-langkah yang dilakukan ya. Kemarin ada isu terkait dengan keterbatasan gas, maka kemudian solusinya adalah relaksasi terkait dengan pajak dan seterusnya. Jadi kita lintas kementerian kita satu tim. Termasuk ada isu apakah itu di tambang dan macam-macam, kita satu tim, kita terus monitor," tutur Yassierli.

2. PHK PT Xacti Indonesia

ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) membenarkan telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 350 orang karyawan PT Xacti Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat. Perusahaan tersebut juga dinyatakan tutup akibat tidak mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi dan lesunya pasar global.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, kasus PT Xacti Indonesia menjadi bukti nyata bahwa ancaman gelombang PHK yang sebelumnya disampaikan KSPI benar-benar terjadi.

“Benar telah terjadi PHK sekitar 350 orang karyawan PT Xacti di Depok dan perusahaan tersebut tutup. Ini membuktikan bahwa apa yang disampaikan KSPI sebelumnya bukan ngarang atau menakut-nakuti. Informasi ini berasal dari bawah, dari perusahaan-perusahaan sendiri, dan sekarang mulai terjadi,” kata Said Iqbal.

“Para pekerja yang terkena PHK mendapatkan nilai pesangon sebesar dua kali ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan. Selain itu juga ada penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang telah disepakati bersama,” sambung dia.

3. Penyebab utama PHK

ilustrasi PHK
ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)

Said Iqbal menegaskan, penyebab utama PHK dan penutupan perusahaan tersebut adalah tekanan ekonomi global akibat perang yang berkepanjangan dan menyebabkan harga bahan baku industri melambung tinggi serta ongkos produksi meningkat tajam.

“Perang membuat harga bahan baku impor yang dibeli dengan dolar naik drastis. Ongkos produksi meningkat, sementara pasar ekspor lesu. PT Xacti adalah perusahaan orientasi ekspor sehingga ketika pasar global melemah, mereka tidak mampu bersaing dan akhirnya tutup,” tutur Said Iqbal.

Dia menambahkan, sejak awal April 2026 KSPI telah memperingatkan adanya potensi PHK di 10 perusahaan dengan jumlah pekerja terdampak yang diperkirakan mencapai sekitar 9 ribu orang. Saat ini, kata Said Iqbal, peringatan tersebut mulai terbukti satu per satu.

“KSPI sudah mengingatkan sejak awal bahwa akan ada ancaman PHK besar-besaran. Ini bukan asumsi. Kami diingatkan langsung oleh manajemen di tingkat perusahaan. Dan sekarang kenyataannya mulai terjadi,” kata dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More