Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Papua Selatan Diperkirakan Jadi Lumbung Pangan di Masa Depan
petani saat mengoprasikan alat pertanian di Merauke, Papua Selatan (ANTARA)
  • Papua Selatan dikembangkan sebagai kawasan pangan terbesar di Papua seluas 102 ribu hektare, mencakup lahan cetak sawah dan optimalisasi lahan di wilayah Merauke dan sekitarnya.
  • Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian seperti benih unggul, alsintan, Rice Milling Unit, serta fasilitas pascapanen untuk mendukung produksi beras nasional berkelanjutan.
  • Modernisasi pertanian meningkatkan produktivitas gabah hingga 7 ton per hektare dan pendapatan petani naik sampai 300 persen, disertai usulan perluasan lahan baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perum Bulog menyebut Papua Selatan telah menjadi wilayah pengembangan kawasan pangan terbesar di Papua. Adapun total pengembangannya seluas 102 ribu hektare (ha).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi lumbung pangan di masa depan Indonesia yang terintegrasi dari hulu sampai hilir.

"Pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan terdiri atas 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan yang tersebar di wilayah Merauke dan sekitarnya," kata dia, dikutip dari ANTARA, Minggu (5/7/2026).

1. Papua Selatan jadi fokus pengembangan pangan nasional

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Rizal menjelaskan, Papua Selatan saat ini menjadi salah satu fokus utama pengembangan pangan nasional yang disiapkan untuk mendukung produksi beras nasional secara berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung pertanian di wilayah tersebut, mulai dari penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan). Selain itu, pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer (pengering), gudang penyimpanan, dan sarana pascapanen lainnya

2. Modernisasi pertanian di Papua Selatan tunjukkan hasil signfikan

ilustrasi pertanian dan perkebunan (Pixabay.com/ Pexels)

Rizal menuturkan, modernisasi pertanian di Merauke telah menunjukkan hasil signifikan, di mana produktivitas gabah meningkat dari sekitar 3 ton per hektare menjadi sekitar 4-7 ton per hektare.

"Selain itu, indeks pertanaman juga mulai meningkat menuju target tiga kali tanam dalam setahun," ujarnya.

3. Tingkatkan kesejahteraan petani

ilustrasi seorang petani di sawah hijau sedang memanen (pexels.com/Binoy Antony)

Dia mengungkapkan, peningkatan tidak hanya soal produksi, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Pendapatan petani di kawasan pengembangan meningkat hingga 300 persen.

"Tingginya potensi kawasan tersebut juga terlihat dari antusiasme petani yang mengusulkan tambahan sekitar 2.000 hektare lahan cetak sawah baru untuk mendukung perluasan produksi pangan," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article