Pabrik Sabun Turki Senilai US$130 Juta Beroperasi di KEK Sei Mangkei

- PT Evyap Sabun Indonesia, anak usaha Evyap Group asal Turki, resmi beroperasi di KEK Sei Mangkei dengan investasi senilai US$130 juta untuk memperkuat industri berbasis kelapa sawit.
- Investasi ini meningkatkan kontribusi Penanaman Modal Asing di KEK Sei Mangkei yang telah mencatat realisasi investasi Rp31,8 triliun dan menciptakan lebih dari 14 ribu lapangan kerja hingga kuartal I-2026.
- Evyap memilih KEK Sei Mangkei karena fasilitas terintegrasi dan kemudahan layanan yang mempercepat pembangunan pabrik serta mendukung ekspansi global produk oleokimia perusahaan.
Jakarta, IDN Times - PT Evyap Sabun Indonesia, anak usaha perusahaan asal Turki, Evyap Group resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. PT Evyap Sabun Indonesia resmi mengoperasikan fasilitas produksi di Kawasan tersebut dengan nilai 130 juta dolar Amerika Seriikat (AS) pada Kamis (2/7/2026).
Investasi asal Turki ini diharapkan bisa memperkuat rantai nilai industri berbasis kelapa sawit, meningkatkan daya saing ekspor Indonesia, serta mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap iklim investasi di Indonesia, dan mendukung pencapaian target investasi nasional dalam RPJMN 2025–2029.
Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rizal Edwin Manansang mengatakan, beroperasinya PT Evyap Sabun Indonesia di KEK Sei Mangkei mencerminkan kepercayaan investor global terhadap iklim investasi Indonesia.
"Investasi ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan pengembangan KEK dalam membangun ekosistem industri yang kompetitif melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan para stakeholder," kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/7/2026).
1. Investasi Evyap Sabun perkuat kontribusi PMA

Masuknya investasi PT Evyap Sabun Indonesia senilai 130 juta dolar AS di KEK Sei Mangkei memperkuat kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) dalam pengembangan KEK. Dominasi PMA yang mencapai sekitar 73 persen dari total investasi KEK menunjukkan kawasan ekonomi khusus semakin dipercaya sebagai platform investasi manufaktur berorientasi ekspor.
Hingga Semester I-2025, realisasi investasi di KEK dengan nilai mencapai Rp153,3 triliun yang berasal dari 153 perusahaan, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sekitar 27 persen. Komposisi tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor global sekaligus mempertegas peran KEK sebagai simpul penting dalam aktivitas ekonomi dan rantai pasok internasional.
Kepercayaan investor global terhadap KEK Sei Mangkei tercermin dari kinerja kawasan yang terus tumbuh. Hingga kuartal I-2026, KEK Sei Mangkei telah merealisasikan investasi kumulatif sebesar Rp31,8 triliun dan menciptakan 14.689 lapangan kerja.
2. Perkuat ekosistem hilirisasi industri berbasis kelapa sawit

Kehadiran PT Evyap Sabun Indonesia di KEK Sei Mangkei turut memperkuat ekosistem hilirisasi industri berbasis kelapa sawit sekaligus menjadi bagian dari strategi Evyap untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar internasional.
PT Evyap Sabun Indonesia menyampaikan, Evyap Life Chemistry telah melayani lebih dari 600 pelanggan di 55 negara secara global. Setelah melalui proses pembangunan selama sekitar tiga tahun sejak Maret 2023, fasilitas produksi PT Evyap Sabun Indonesia resmi beroperasi dengan menghasilkan berbagai produk oleokimia, seperti fatty acids, glycerin, soap noodles, dan produk jadi untuk memenuhi permintaan pasar global yang terus meningkat.
Dengan dukungan tiga fasilitas produksi yang memiliki kapasitas gabungan mencapai 650 ribu ton per tahun.
Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Heldy Satrya Putera menilai, investasi tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat industri hilir nasional.
"Produksi Evyap di Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok domestik dan memperkokoh posisi Indonesia dalam industri oleokimia global. Investasi ini juga menciptakan lapangan kerja berkualitas, mengembangkan kapabilitas industri dalam negeri, mendorong alih teknologi, memperkuat pemasok domestik, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai manufaktur global," tuturnya.
3. Alasan Evyap pilih KEK Sei Mangkei

CEO Life Chemistry Evyap, Saw Lee Chyan mengungkapkan, pemilihan KEK Sei Mangkei sebagai lokasi investasi turut mendukung percepatan realisasi pembangunan fasilitas produksi melalui berbagai kemudahan yang tersedia di kawasan.
"Keberadaan KEK Sei Mangkei sangat membantu kami mempercepat proses pembangunan hingga fasilitas produksi dapat segera beroperasi dibandingkan di lokasi lain. Hal ini karena KEK Sei Mangkei menawarkan layanan yang terintegrasi sebagai one-stop solution bagi kawasan industri," ujarnya.





















