Jakarta, IDN Times - Harga minyak dunia masih bertahan di level tinggi meskipun pasokan mulai pulih setelah terganggu akibat perang Iran. Kondisi ini menjadi perhatian karena pemulihan pasokan belum diikuti penurunan harga yang signifikan.
Dilansir Investopedia, Goldman Sachs menilai ada sejumlah faktor yang membuat harga minyak sulit turun dalam waktu dekat. Dalam catatan risetnya, bank investasi tersebut memperkirakan harga minyak baru akan turun secara bertahap pada 2027, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan level Februari 2026.
Pergerakan harga minyak menjadi perhatian karena dampaknya menjalar ke berbagai sektor ekonomi. Harga minyak mentah yang tinggi turut memengaruhi harga bahan bakar seperti bensin dan solar, sehingga menambah beban pengeluaran rumah tangga dan memberi tekanan pada perekonomian Amerika Serikat (AS).
