Pasokan Minyak Arab Saudi Pulih, Rupiah Bangkit Lawan Dolar

Rupiah menguat 54 poin ke level Rp17.927 per dolar AS pada awal perdagangan Rabu (30/9/2026).
Penurunan harga minyak dunia setelah sebagian pasokan Arab Saudi pulih menjadi salah satu faktor pendukung rupiah.
Penguatan rupiah diperkirakan terbatas karena dolar AS dan imbal hasil US Treasury masih relatif kuat.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu (30/9/2026). Pada awal perdagangan hari ini, rupiah dibuka di level Rp17.942 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.08 WIB, rupiah menguat 54 poin atau 0,30 persen ke level Rp17.927 per dolar AS. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Selasa (29/9/2026), rupiah berada di posisi Rp17.981 per dolar AS.
1. Rupiah menguat didukung turunnya harga minyak dunia
Pengamat pasar uang, Lukman Leong, menilai rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Menurut Lukman, salah satu faktor yang mendukung rupiah adalah penurunan harga minyak mentah dunia. Harga minyak turun setelah sebagian pasokan minyak Arab Saudi mulai kembali mengalir melalui jaringan pipa utama.
"Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh menurunnya harga minyak dunia setelah pulihnya sebagian pasokan dari pipa minyak Saudi," kata dia.
2. Penguatan rupiah diperkirakan terbatas
Meski memiliki peluang menguat, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan terbatas. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah posisi dolar AS yang masih cukup kuat.
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury yield juga masih berada di level yang relatif tinggi. US Treasury yield merupakan tingkat keuntungan yang diperoleh investor dari surat utang pemerintah AS.
Tingkat imbal hasil yang tinggi dapat membuat aset-aset berbasis dolar AS tetap menarik bagi investor. Kondisi tersebut berpotensi membatasi ruang penguatan rupiah terhadap dolar AS.
"Investor juga umumnya masih waspada mengantisipasi rilis data-data ekonomi penting beberapa hari ke depan," ujar dia.
3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini
Setelah pasar dibuka, rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.917 hingga Rp17.945 per dolar AS. Namun, untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Sementara itu, secara year to date (ytd), rupiah mencatatkan pelemahan sebesar 7,49 persen. Dalam 52 minggu terakhir, nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp16.515 hingga Rp18.209 per dolar AS.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















![[QUIZ] Dari Tanggal Lahirmu, Ini Ide Franchise yang Cocok Untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20240228/lisanto-fjxa21l-ihw-unsplash-a5b9962b3fc7f3cf62c097d65b42212c.jpg)