Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemerintah Akan Bentuk BUMN Tekstil, Danantara Masih Kaji Opsi-opsinnya

Pemerintah Akan Bentuk BUMN Tekstil, Danantara Masih Kaji Opsi-opsinnya
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya sih...
  • Pemerintah berencana membentuk BUMN tekstil, dengan modal disiapkan 6 miliar dolar AS
  • Danantara akan lakukan studi kelayakan dan berbagai penilaian mengenai rencana pemerintah tersebut
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, angkat bicara mengenai kabar rencana pemerintah yang mau membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil.

Menurutnya, pihaknya masih mempertimbangkan berbagai opsi yang ada dan belum ada keputusan final. Rencana pembentukan BUMN tekstil ini sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

"Kami masih melihat berbagai opsi yang ada," ujar Rosan saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (16/1/2025).

1. Danantara akan lakukan studi kelayakan dan berbagai penilaian

Pemerintah Akan Bentuk BUMN Tekstil, Danantara Masih Kaji Opsi-opsinnya
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Rosan menjelaskan, Danantara akan melakukan investasi berdasarkan kajian kelayakan (feasibility study) dan berbagai penilaian (assessment). Danantara juga memiliki sejumlah kriteria dan parameter yang harus dipenuhi, salah satunya adalah penciptaan lapangan kerja.

Ia menyampaikan, setiap rencana investasi yang dilakukan pihaknya dilakukan melalui studi kelayakan dan asesmen menyeluruh, termasuk terhadap sektor tekstil yang saat ini tengah menjadi perhatian pemerintah.

"Kita di Danantara, semuanya tentunya investasi yang kita lakukan itu sudah dalam feasibility study atau assessment yang penuh dari segala macam sektor. Tentunya juga kita ada kriteria-kriteria atau parameter-parameter yang harus kita penuhi. Termasuk juga, parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan," ucap dia.


2. Danantara terbuka berinvestasi di sektor tekstil

Pemerintah Akan Bentuk BUMN Tekstil, Danantara Masih Kaji Opsi-opsinnya
ilustrasi pekerja tekstil (unsplash.com/Issa Ben)

Rosan menambahkan, Danantara terbuka untuk berinvestasi pada perusahaan tekstil yang masuk dalam kategori distressed asset atau yang sedang mengalami masalah, selama masih ada potensi untuk diselamatkan melalui proses restrukturisasi.

Danantara tidak hanya akan menyuntikkan modal, tetapi juga akan membenahi model bisnis, pasar, dan rantai pasok agar perusahaan tersebut bisa kembali sehat dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"Apalagi jika itu termasuk dalam distressed asset, kami akan mempertimbangkannya. Selama kami yakin perusahaan tersebut bisa mengalami turn around dan restrukturisasi secara maksimal, seperti yang sudah kami lakukan pada perusahaan-perusahaan BUMN lainnya yang memang memerlukan penyehatan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga dari pasar, off-taker, dan faktor lainnya," tutur Rosan.

3. Alasan pembentukan BUMN tekstil

Pemerintah Akan Bentuk BUMN Tekstil, Danantara Masih Kaji Opsi-opsinnya
ilustrasi pabrik tekstil (pexels.com/Pixabay)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sebelumnya mengungkapkan pemerintah akan membentuk BUMN baru yang fokus pada sektor tekstil. Langkah ini diambil karena industri tekstil dan garmen dianggap sebagai sektor strategis dalam menghadapi dampak kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS).

"Bapak Presiden mengingatkan, Indonesia pernah memiliki BUMN tekstil, dan kini rencananya akan dihidupkan kembali. Pendanaan sebesar 6 miliar dolar AS akan disiapkan oleh Danantara," kata Airlangga dalam acara Indonesian Business Council (IBC) Business Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (14/1).

Airlangga menjelaskan, setelah studi selesai, rencana ini akan dilanjutkan dengan penyusunan peta jalan (roadmap) untuk memperkuat industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah telah menyiapkan pendanaan sebesar 6 miliar dolar AS yang akan dikelola melalui BPI Danantara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Prabowo Restui Pembangunan Tol Lembah Anai Imbas Banjir-Longsor

16 Jan 2026, 17:06 WIBBusiness