Jakarta, IDN Times - Pemerintah membantah anggapan daya beli masyarakat Indonesia melemah. Karena kondisi yang terjadi saat ini lebih mencerminkan pergeseran pola konsumsi masyarakat, bukan penurunan kemampuan belanja secara keseluruhan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo mengatakan, terdapat sejumlah indikator yang menurut pemerintah menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat masih terjaga. Di antaranya pertumbuhan sektor transportasi dan pariwisata, peningkatan aktivitas di restoran dan hotel, serta transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Pertama bisa saya sampaikan, itu tidak betul kalau daya beli di Indonesia itu melemah, salah. Jadi daya beli tidak melemah, buktinya banyak, pertumbuhan di transportasi dan pertumbuhan yang terkait pariwisata,” ujar Dradjad dalam Konferensi Pers di BPS, Senin (12/10/2026).
