Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemerintah Kejar Target Perbaikan Huntara di Aceh Utara Tuntas 7 Hari

Pemerintah Kejar Target Perbaikan Huntara di Aceh Utara Tuntas 7 Hari
Puluhan hunian sementara (huntara) penyintas banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara porak poranda dihantam angin kencang. (Dokumentasi BPBA untuk IDN Times)
Intinya Sih
  • Pemerintah menargetkan perbaikan huntara rusak akibat angin kencang di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, rampung dalam tujuh hari untuk memastikan warga terdampak segera mendapat tempat tinggal aman.
  • Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan perbaikan huntara melalui Satker Prasarana Strategis Aceh agar fasilitas kembali layak huni dan aktivitas masyarakat bisa berjalan normal.
  • Tim teknis bersama PT Pembangunan Perumahan melakukan pendataan kerusakan, pembersihan material, serta menyiapkan tenda darurat selama proses pemulihan berlangsung dengan target penyelesaian satu minggu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kerusakan hunian sementara (huntara) akibat angin kencang di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, ditargetkan selesai diperbaiki dalam waktu sepekan. Pemerintah telah bergerak cepat merespons laporan kerusakan yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera, Safrizal ZA turun langsung meninjau lokasi huntara yang terdampak bersama Bupati Aceh Utara. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi warga sekaligus mempercepat proses penanganan dan pemulihan pasca-bencana.

“Pemerintah bergerak cepat untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan yang diperlukan. Kami telah berkoordinasi langsung dengan Menteri PU, dan perbaikan Huntara yang mengalami kerusakan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tujuh hari,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2026).

1. Puluhan huntara rusak akibat angin kencang

WhatsApp Image 2026-06-03 at 15.21.47.jpeg
Puluhan hunian sementara (huntara) penyintas banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara porak poranda dihantam angin kencang. (Dokumentasi BPBA untuk IDN Times)

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, angin kencang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah huntara di beberapa titik di Kecamatan Langkahan. Huntara Rumoh Rayeuk menjadi lokasi dengan kerusakan terbanyak yakni 36 unit, disusul Huntara Geudumbak sebanyak 10 unit, Huntara Bukit Linteung tujuh unit, serta Huntara Desa Langkahan lima unit.

Cuaca ekstrem kembali terjadi pada Kamis (4/6/2026) dan berdampak pada huntara di Bukit Linteung dan Geudumbak. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan untuk mengetahui tambahan kerusakan yang terjadi.

Selain melakukan peninjauan, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa paket peralatan dapur kepada keluarga yang menghuni huntara terdampak. Pemerintah berharap perbaikan dapat segera selesai agar warga kembali menempati hunian sementara dengan aman.

2. Menteri PU instruksikan percepatan perbaikan huntara

WhatsApp Image 2026-06-03 at 15.21.48.jpeg
Puluhan hunian sementara (huntara) penyintas banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara porak poranda dihantam angin kencang. (Dokumentasi BPBA untuk IDN Times)

Kementerian PU bergerak menangani kerusakan huntara di Kecamatan Langkahan. Kerusakan terjadi pada sejumlah huntara yang sebelumnya dibangun Kementerian PU untuk menampung warga terdampak bencana di Aceh.

Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran kementerian melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis Aceh agar segera melakukan perbaikan sehingga masyarakat dapat kembali menggunakan fasilitas tersebut dengan aman dan nyaman.

Kementerian menempatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sebagai prioritas dengan meminta proses penanganan dilakukan secepat mungkin agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.

"Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk segera melakukan perbaikan terhadap huntara yang terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Langkahan," ujar Dody.

3. Tim teknis siapkan penanganan darurat

WhatsApp Image 2026-06-03 at 15.21.46 (1).jpeg
Puluhan hunian sementara (huntara) penyintas banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara porak poranda dihantam angin kencang. (Dokumentasi BPBA untuk IDN Times)

Tim Teknis Satker Prasarana Strategis Aceh bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero) telah melakukan pendataan kerusakan, membersihkan material bangunan terdampak, serta menyiapkan langkah penanganan darurat untuk warga.

Kementerian PU juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan tenda darurat yang dapat digunakan selama proses perbaikan berlangsung apabila diperlukan.

Hasil identifikasi awal menunjukkan kerusakan terjadi pada beberapa bagian bangunan, mulai dari plafon dan atap di Blok A, kebocoran plafon di Blok B, kerusakan ringan pada nok atap Blok C, hingga kerusakan plafon area dapur di Blok D. Pemeriksaan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan perbaikan dengan target penyelesaian selama satu minggu.

Huntara di Kecamatan Langkahan dibangun oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Fasilitas tersebut memiliki luas bangunan sekitar 1.440 meter persegi yang terdiri dari lima blok huntara dengan kapasitas sekitar 60 kepala keluarga.

Secara konstruksi, huntara menggunakan sistem modular dengan rangka baja ringan untuk mempercepat pembangunan. Setiap unit dilengkapi panel insulasi, ventilasi, exhaust fan, kipas angin, serta fasilitas pendukung berupa toilet komunal, area cuci, dapur bersama, jaringan listrik, hingga sistem air bersih dan sanitasi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More